Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hal yang Perlu Diketahui dari Hilangnya Kontak Pesawat ATR 400 di Maros, Sulawesi Selatan

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:08 WIB
Bagikan:
Hal yang Perlu Diketahui dari Hilangnya Kontak Pesawat ATR 400 di Maros, Sulawesi Selatan
Hal yang Perlu Diketahui dari Hilangnya Kontak Pesawat ATR 400 di Maros Sulawesi Selatan

PASUNDANEKSPRES.ID - Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan kehilangan kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Basarnas Makassar langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penelusuran.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa pesawat yang hilang kontak tersebut masih dalam proses pencarian. Area pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.

"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi posko Basarnas di dekat lokasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangan di Jakarta, dikutip Antara, Senin (19/1/2026).

Kronologi Pesawat Hilang Kontak

Pada Sabtu (17/1), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal mengenai hilangnya komunikasi (loss contact) pesawat jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) selaku pemegang AOC 034.

Pesawat ATR yang diproduksi pada tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut sedang menjalani penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG), dengan Captain Andy Dahananto bertindak sebagai pilot in command.

"Berdasarkan informasi kronologis terbaru, pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar," ucap Lukman.

Dalam tahap pendekatan, pesawat terdeteksi tidak berada di jalur yang semestinya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan instruksi ulang kepada awak pesawat untuk menyesuaikan posisi.

"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur," ujar Lukman.

Setelah arahan terakhir disampaikan oleh ATC, ujar Lukman, komunikasi dengan pesawat terputus atau mengalami loss contact. Menyikapi situasi tersebut, ATC kemudian menetapkan fase darurat DETRESFA (distress phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

AirNav Indonesia Cabang MATSC selanjutnya segera berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung upaya pencarian dan evakuasi.

Sementara itu, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah menyiapkan pembukaan crisis center di Terminal Keberangkatan yang akan difungsikan sebagai pusat koordinasi informasi.

Selain itu, AirNav Indonesia juga tengah mempersiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).

400 Personel SAR Dilibatkan

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) diduga kuat mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Maros setelah dilaporkan kehilangan kontak. Sebanyak 400 personel SAR dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian.

Berdasarkan pantauan di posko pencarian yang berlokasi di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 19.00 WITA, tampak puluhan personel SAR berkumpul. Warga setempat juga terlihat memadati area sekitar posko.

Akses jalan menuju posko dipenuhi kendaraan dari berbagai instansi sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas. Selain itu, helikopter milik TNI turut dikerahkan dan terlihat beberapa kali melakukan penerbangan rendah untuk mendukung proses pencarian.

11 Orang dalam Pesawat

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan kehilangan kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut diketahui membawa 11 orang yang terdiri dari delapan awak dan tiga penumpang.

"Person on board (POB) kru 8 orang, penumpang 3 orang," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, dilansir detikSulsel, Sabtu (17/1/2026).

Kru Pesawat

  • Capten Andy Dahananto
  • Second in Command (SIC) First Officer (FO) Yudha Mahardika
  • Ex-Check Unit Captain (XCU) atau seorang kapten senior, Sukardi
  • Flight Operation Officer (FOO) Hariadi
  • EOB Franky D Tanamal
  • EOB Junaidi
  • Flight Attendant (FA) Florencia Lolita
  • Flight Attendant (FA) Esther Aprilita S

Penumpang

  • Mr. Deden
  • Mr. Ferry
  • Mr. Yoga

Rute Penerbangan: Yogyakarta-Makassar

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan kehilangan kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mengutip detikSulsel, Senin (19/1), Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, memastikan bahwa pesawat tersebut sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

"(Rute penerbangan) dari Yogya menuju Makassar," ujarnya.

Pesawat Dioperasikan KKP

Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan kehilangan kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Kami menerima info dari AirNav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 lost contact milik IAT yang dioperasikan atau disewa oleh KKP," kata Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, dilansir detikSulsel, Senin (19/1/2026).

"Kami langsung menggerakkan tim rescue menuju titik duga, di mana titik duga setelah kami plot, koordinat terakhir yang diberikan oleh ATC itu mengacu di daerah Bantimurung dan sekitarnya," ujarnya.

Tim SAR telah mendirikan posko gabungan di Bantimurung, Kabupaten Maros. Basarnas bersama TNI menyiapkan satu unit helikopter untuk membantu proses pencarian.

"Pada saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak TNI AU untuk memberangkatkan satu unit helikopter Caracal yang bisa observasi melalui udara," imbuhnya.

TNI AU Cek Titik Api Diduga Bekas Ledakan

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros diduga mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan. Untuk memastikan temuan titik api yang diduga berasal dari ledakan pesawat, TNI AU mengerahkan helikopter Caracal.

"Kita sudah mengeluarkan tim dari TNI AU, yaitu tim heli Caracal. Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, itu sudah melihat adanya api," kata Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Bangun menyampaikan bahwa temuan tersebut diperkuat oleh keterangan warga setempat yang mengaku mendengar suara ledakan. Selain itu, warga juga melihat dari kejauhan adanya tanda-tanda api di kawasan pegunungan.

"Sepertinya seperti itu (pesawat meledak), tapi kita akan pastikan dulu sampai tim darat maupun heli Caracal ini bisa memastikan apakah itu exact location-nya ataupun bukan," tambah Bangun.

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga1 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang1 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta1 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang2 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional3 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang4 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional4 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional4 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline4 jam lalu