Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Indonesia Darurat Gula, MUI Desak Pemerintah Terapkan Label Peringatan dan Pajak untuk Tekan Diabetes dan Penyakit Jantung

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|12:50 WIB
Bagikan:
Indonesia Darurat Gula, MUI Desak Pemerintah Terapkan Label Peringatan dan Pajak untuk Tekan Diabetes dan Penyakit Jantung
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan laju penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menekan laju penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, khususnya diabetes melitus (DM) dan penyakit jantung.

Kedua penyakit tersebut dinilai telah mencapai tingkat darurat nasional.

Usulan Kebijakan dari MUI

MUI menekankan pentingnya penerapan label peringatan pada kemasan makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi.

Label tersebut diusulkan menggunakan kode warna merah, kuning, dan hijau agar konsumen lebih mudah mengenali tingkat risiko kesehatan dari suatu produk.

Selain label, MUI juga mendorong pemerintah memberlakukan pajak tinggi untuk makanan dan minuman bergula.

Tujuannya agar produk tersebut menjadi lebih mahal sehingga dapat menurunkan minat beli masyarakat.

Pendapatan dari pajak itu, menurut MUI, sebaiknya dialokasikan kembali untuk pembiayaan kesehatan.

Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI, Dr. dr. Bayu Wahyudi, menyebut kondisi PTM di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan.

Diabetes dan penyakit jantung kini menjadi penyumbang utama beban kesehatan masyarakat.

Data menunjukkan prevalensi diabetes terus meningkat signifikan, termasuk pada usia muda.

Hal ini menimbulkan beban besar bagi BPJS Kesehatan, dengan pembiayaan penyakit jantung mencapai Rp11–12 triliun per tahun.

Sementara itu, perawatan diabetes—termasuk cuci darah—masuk dalam lima besar biaya terbesar BPJS.

“Situasi ini bisa disebut sebagai darurat gula dan darurat jantung,” tegas Bayu.

Meski desakan kuat telah disampaikan, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh untuk menyelaraskan kebijakan terkait kesehatan dan dampak ekonomi.

MUI menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, akademisi, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang lebih sehat serta mampu menekan tingginya angka PTM di Indonesia.

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga4 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang4 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta4 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang5 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional6 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang7 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional7 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional7 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline7 jam lalu