Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Irine Yusiana Roba Kritik Kebijakan Tapera, Pertanyakan Data Kebutuhan Rumah ASN dan Pekerja Swasta

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|00:42 WIB
Bagikan:
Irine Yusiana Roba Kritik Kebijakan Tapera, Pertanyakan Data Kebutuhan Rumah ASN dan Pekerja Swasta
Irine Yusiana Roba Kritik Kebijakan Tapera, Pertanyakan Data Kebutuhan Rumah ASN dan Pekerja Swasta. (Foto Menkeu Sri Mulyani Saat Membacakan Laporan dalam RAPAT PARIPURNA DPR RI KE-19 MASA PERSIDANGAN V TAHUN SIDANG 2023 -- 2024)

PASUNDAN EKSPRES - Anggota Komisi V DPR, Irine Yusiana Roba, mengkritik Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga Ketua Komite BP Tapera, Basuki Hadimuljono, terkait kurangnya data detail mengenai kebutuhan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta. Kritik tersebut disampaikan dalam rapat kerja di ruang Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur dan perhubungan di Senayan, Jakarta.

Irine menekankan pentingnya memiliki data yang jelas tentang kebutuhan perumahan bagi pekerja di Indonesia, baik ASN maupun pekerja swasta. Ia menanyakan seberapa besar kebutuhan perumahan yang telah terpenuhi selama ini. "Apakah ada data tentang kebutuhan rumah bagi pekerja di Indonesia? Misalnya bagi ASN, pekerja swasta, lalu berapa selama ini yang bisa dipenuhi," ujarnya.

Sebagai kementerian yang bertanggung jawab atas sektor perumahan, termasuk Tapera, Irine mengkritik Kementerian PUPR karena belum menyediakan proyeksi kontribusi Tapera yang rinci untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi pekerja. Ia juga mempertanyakan kewajiban Tapera bagi pekerja swasta yang sudah memiliki rumah, baik melalui KPR atau warisan. "Kalau pekerja swasta yang sudah menyicil KPR atau yang sudah memiliki warisan rumah, enggak butuh lagi perumahan, masa masih diwajibkan (Tapera)?" tambahnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengkritik narasi pemerintah yang menyebut Tapera sebagai bentuk subsidi. Menurutnya, ini lebih tepat disebut sebagai gotong royong, bukan subsidi. "Kalau subsidi itu kewajiban negara, bukan sesama warga negara. Alangkah malunya negara tak mampu hadir dalam menjawab tantangan yang ada di tengah masyarakat," tegas Irine.

Menanggapi kritik tersebut, Basuki menjelaskan bahwa backlog perumahan untuk kepemilikan mencapai 9,9 juta unit, sementara backlog untuk rumah tak layak huni mencapai 2,6 juta unit. Selain itu, terdapat 800 ribu rumah tangga baru yang terbentuk setiap tahun. "Jumlah ASN sendiri 4,4 juta orang, yang belum memiliki rumah 1,6 juta orang," ungkap Basuki.

Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyatakan bahwa isu Tapera telah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat, sehingga diperlukan rapat khusus untuk membahasnya secara tuntas. "Supaya nanti tuntas. Kami banyak mendapatkan pertanyaan, makanya saya minta pemerintah tunda dulu. Nanti kami undang wirausaha, perwakilan buruh, baru pihak Tapera," jelas Lasarus.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, memastikan bahwa pemerintah belum mulai memotong gaji pekerja terkait Tapera. Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024, setiap pekerja akan dipungut iuran sebesar 3 persen, dengan 0,5 persen di antaranya ditanggung oleh pemberi kerja. "Belum ada rencana mengeluarkan regulasi teknis yang memungkinkan BP Tapera mulai melakukan collection atas simpanan peserta yang baru," kata Heru dalam konferensi pers di Kantor BP Tapera, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2024.

Heru menjelaskan bahwa BP Tapera saat ini fokus meningkatkan kualitas tata kelola, baik dari segi internal, pengorganisasian, maupun proses bisnis pengelolaan dana. Langkah ini bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap program Tapera.

Dengan kritik dan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak, diharapkan kebijakan Tapera dapat diperbaiki dan diterapkan dengan lebih efektif dan adil, serta mampu menjawab kebutuhan perumahan di Indonesia.

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional34 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu