Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Israel Blokir Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Arab dan PBB Kesal

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|15:10 WIB
Bagikan:
Israel Blokir Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Arab dan PBB Kesal
Israel Blokir Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Arab dan PBB Kesal (Image From: Middle East Monitor)

PASUNDAN EKSPRES - Isreal blokir bantuan kemanusiaan ke Gaza. Beberapa negara Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keputusan Israel yang memblokir seluruh bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Langkah ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Israel Blokir Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Arab dan PBB Kesal

Seperti yang dilaporkan oleh AFP yang dikutip BBC News, Mesir dan Qatar, dua negara yang turut berperan sebagai mediator dalam kesepakatan gencatan senjata, menyatakan bahwa tindakan Israel tersebut bertentangan dengan perjanjian yang telah dibuat.

Qatar mengutuk keputusan ini sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum kemanusiaan internasional, sementara Kementerian Luar Negeri Mesir menuduh Israel menggunakan kondisi kelaparan di Gaza sebagai senjata melawan rakyat Palestina.

Sementara itu, Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menyebut tindakan Israel sebagai sesuatu yang "mengkhawatirkan" dan menegaskan bahwa hukum internasional jelas menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk untuk menyelamatkan nyawa masyarakat setempat.

Arab Saudi juga mengecam pemblokiran ini, dengan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Alasan Israel melakukan Blokir Bantuan Kemanusiaan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membela keputusan negaranya dengan menyatakan bahwa bantuan yang masuk ke Gaza telah dicuri oleh Hamas dan digunakan untuk mendanai persenjataan mereka.

Ia menuduh Hamas menghalangi rakyat Gaza menerima bantuan yang seharusnya mereka terima.

Selain itu, Netanyahu juga menuding Hamas menolak perpanjangan sementara gencatan senjata yang diusulkan oleh Amerika Serikat.

Menurutnya, Israel telah menyetujui proposal dari utusan AS, Steve Witkoff, untuk memperpanjang gencatan senjata selama sekitar enam minggu. Namun, Hamas menolak dengan alasan bahwa tidak ada jaminan dari para mediator bahwa negosiasi akan berlanjut ke tahap berikutnya.

Kemudian Hamas membantah tuduhan tersebut dan menyebut pemblokiran bantuan oleh Israel sebagai bentuk pemerasan murahan serta "kudeta" terhadap perjanjian gencatan senjata.

Dampak Pemblokiran Bantuan

Sejak gencatan senjata pertama kali diberlakukan pada 19 Januari 2025, ribuan truk bantuan telah memasuki Gaza setiap minggu.

Namun, dengan adanya pemblokiran ini, badan-badan bantuan kemanusiaan mengalami kesulitan dalam menyalurkan pasokan penting kepada warga Gaza.

Juru bicara Program Pangan Dunia (WFP), Antoine Renard, menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan harus terus mengalir ke Gaza karena sangat penting bagi penduduk setempat.

Meskipun badan-badan bantuan telah memiliki stok cadangan, penutupan jalur bantuan dalam jangka panjang dapat menyebabkan krisis kemanusiaan yang lebih parah.

Kelanjutan Gencatan Senjata 

Kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 19 Januari 2025 berakhir pada Sabtu (1/3) tengah malam. Perjanjian ini sebelumnya berisi kesepakatan mengenai pertukaran 33 sandera Israel dengan sekitar 1.900 tahanan Palestina.

Negosiasi untuk tahap kedua dari kesepakatan tersebut seharusnya sudah dimulai, yang mencakup penghentian perang secara permanen, pembebasan semua sandera yang masih hidup, serta penarikan pasukan Israel dari Gaza. Namun, pembicaraan ini nyaris tidak mengalami kemajuan.

Israel mengaku bahwa proposal dari Steve Witkoff mencakup pembebasan separuh dari seluruh sandera yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

Jika dalam enam minggu ke depan tidak ada kesepakatan lebih lanjut, Israel menyatakan bahwa mereka berhak melanjutkan operasi militer.

(ipa)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga11 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang12 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang12 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang13 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional14 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional15 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle15 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta15 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat16 jam lalu