Jurnalis Indonesia Gaza Thoudy Badai Rifanbillah Dikabarkan Sehat Setelah Penahanan

PASUNDAN EKSPRES.ID - Kabar melegakan datang dari jurnalis Indonesia Gaza, Thoudy Badai Rifanbillah, yang sebelumnya sempat dikabarkan ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan internasional menuju Gaza, Palestina.
Setelah beberapa hari penuh ketidakpastian, keluarga akhirnya berhasil melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan Thoudy yang kini berada di Turki usai dibebaskan.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial Jabarekspres yang beredar luas pada Kamis sore (22/05).
Kabar Jurnalis Indonesia Gaza
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa ibu Thoudy, Hani Hanifa Humanisa, merasa lega setelah melihat langsung kondisi putranya dalam keadaan sehat dan bisa berbicara dengan keluarga meski hanya dalam waktu singkat.
Berdasarkan keterangan keluarga, komunikasi video call dilakukan setelah Thoudy berhasil keluar dari proses penahanan dan berada di wilayah Turki bersama relawan lainnya.
Percakapan berlangsung singkat karena perangkat komunikasi digunakan secara bergantian oleh para relawan yang baru dibebaskan.
Meski begitu, keluarga mengaku sangat bersyukur karena akhirnya dapat memastikan langsung kondisi Thoudy.
Dalam video call tersebut, Thoudy terlihat sadar, dapat berbicara dengan baik, dan mencoba menenangkan keluarganya yang sejak beberapa hari terakhir diliputi rasa cemas.
Sang ibu menyebut kondisi fisik putranya secara umum terlihat sehat. Namun keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut karena sebelumnya muncul dugaan bahwa Thoudy mengalami sedikit kesulitan berjalan atau tampak pincang setelah keluar dari penahanan.
Situasi ini membuat keluarga berharap proses pemeriksaan kesehatan bisa segera dilakukan secara menyeluruh sebelum Thoudy dipulangkan ke Indonesia.
Sebelumnya, kabar mengenai relawan dan jurnalis Indonesia yang ditahan sempat menjadi sorotan publik internasional.
Mereka diketahui ikut dalam pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan untuk warga Gaza di tengah konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai kondisi para relawan internasional yang berasal dari puluhan negara.
Banyak pihak mendesak adanya perlindungan terhadap relawan sipil dan jurnalis yang menjalankan misi kemanusiaan.
Nama Thoudy Badai Rifanbillah sendiri ramai diperbincangkan setelah sejumlah laporan menyebut adanya relawan asal Indonesia yang sempat kehilangan kontak dengan keluarga dan rekan kerja.
Kini setelah berhasil melakukan komunikasi langsung, keluarga mengaku sedikit lebih tenang walaupun proses pemulangan Thoudy ke tanah air masih harus menunggu tahapan lanjutan di Turki.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terus membantu mengawal proses pembebasan para relawan Indonesia.
Dukungan disebut datang dari pemerintah, Kementerian Luar Negeri, media, hingga masyarakat yang terus memberikan perhatian selama proses berlangsung.
Perhatian publik terhadap kasus jurnalis indonesia gaza ini juga terus meningkat di media sosial.
Banyak warganet menyampaikan doa dan dukungan agar seluruh relawan Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut dapat segera kembali dengan selamat.
Di sisi lain, kondisi para relawan internasional lainnya juga masih menjadi perhatian berbagai organisasi kemanusiaan dunia.
Banyak pihak meminta adanya jaminan keamanan terhadap misi bantuan sipil yang dilakukan di wilayah konflik.
Hingga saat ini, proses kepulangan Thoudy Badai Rifanbillah ke Indonesia masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak terkait di Turki.
Keluarga berharap seluruh proses berjalan lancar, jurnalis indonesia gaza dan Thoudy dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga di tanah air.
