Kabupaten/Kota di Jawa Barat Gandeng PARAMETER untuk Pelatihan Pandu PTM dan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan PARAMETER dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui dua program prioritas.
Keduanya adalah Pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Pandu PTM) dan Pelatihan Pencegahan Penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak (Menuju Triple Eliminasi).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadapi peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) serta HIV-AIDS dan Hepatitis B yang terus menunjukkan tren kenaikan di Jawa Barat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (2024), prevalensi hipertensi di Jawa Barat mencapai 35,7 persen dan diabetes melitus sebesar 11,3 persen.
Angka ini meningkat dibandingkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang mencatat angka masing-masing 33 persen dan 10,6 persen.
Di sisi lain, kasus HIV terdeteksi meningkat lebih dari 25 persen dalam tiga tahun terakhir, dengan estimasi lebih dari 55.000 kasus kumulatif, dan sebagian besar ditemukan di wilayah perkotaan seperti Bandung, Bekasi, dan Bogor.
Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan kemampuan tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) agar mampu melakukan deteksi dini, tatalaksana, serta edukasi masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Kami melihat bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan adalah kunci dalam menekan laju kasus PTM dan penularan HIV dari ibu ke anak," kata Direktur PARAMETER dr. Wendy Freely Nugraha, M.P.H., melalui rilisnya, Rabu (15/10/2025).
Pelatihan ini, sambungnya, tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat sistem rujukan dan pelayanan promotif-preventif di tingkat dasar.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi, M.M.R.S., mengatakan, peningkatan kasus ini bukan hanya peringatan, tetapi juga menjadi panggilan untuk menguatkan layanan kesehatan dan edukasi publik.
"Pelatihan Pandu PTM berfokus pada pelayanan terpadu untuk deteksi dan pengelolaan hipertensi, diabetes melitus, serta faktor risiko lain seperti merokok dan obesitas," ujarnya.
Sementara pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak, sambungnya, ditujukan bagi tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan implementasi program Triple Eliminasi berjalan optimal.
“Kami percaya peningkatan kapasitas SDM kesehatan akan berdampak langsung pada kualitas layanan masyarakat," ucapnya.
Sejak awal 2024 hingga pertengahan 2025, PARAMETER telah melatih lebih dari 2.000 tenaga kesehatan di Jawa Barat, mencakup dokter, bidan, dan perawat dari berbagai daerah seperti Kabupaten Bogor, Kota Bandung, dan Kabupaten Garut.
Selain program pelatihan tersebut, PARAMETER juga berhasil memperluas kemitraan dengan 12 Dinas Kesehatan kabupaten/kota serta tiga rumah sakit daerah dan swasta yang kini memiliki lembaga pelatihan internal tersertifikasi.
Sebagai Lembaga Pelatihan Terakreditasi A dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, PARAMETER berkomitmen untuk terus mendukung transformasi layanan kesehatan primer.
Yakni, melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target kesehatan nasional, termasuk pengendalian PTM dan eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak.
Melalui sinergi ini, diharapkan Jawa Barat dapat menjadi model provinsi dengan sistem layanan kesehatan primer yang tangguh, terintegrasi, dan berorientasi pada pencegahan.
"Ini sejalan dengan visi Transformasi Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan RI," katanya.(add)
