Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Campak saat Lebaran, Anak Jadi Kelompok Rentan

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|13:40 WIB
Bagikan:
Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Campak saat Lebaran, Anak Jadi Kelompok Rentan
Gambar: Ilustrasi terkena penyakit campak. (Sumber: Alexander's Images/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan tenatng penularan campak saat Lebaran yang berpotensi meningkat selama periode libur panjang atau mudik Idulfitri.

Perjalanan mudik, pertemuan keluarga, hingga berbagai kegiatan berkumpul membuat interaksi masyarakat menjadi lebih sering dibandingkan hari biasa.

Kondisi tersebut dapat mempermudah penyebaran penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kementerian Kesehatan RI pun menyampaikan bahwa campak masih jadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Virus campak ini bisa menyebar melalui percikan batuk, bersin, maupun kontak dekat dengan penderita. Penyakit ini dikenal sangat mudah menular, khususnya pada lingkungan yang padat aktivitas.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga minggu ke-8 tahun 2026 terdapat 10.453 suspek campak di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 8.372 kasus telah terkonfirmasi dan enam kematian dilaporkan. Angka tersebut menunjukkan bahwa kasus campak masih ditemukan di berbagai daerah.

Penularan campak saat Lebaran menjadi perhatian karena mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam selama masa mudik.

Perjalanan antarwilayah memungkinkan virus berpindah dari satu daerah ke daerah lain, terutama apabila seseorang membawa virus tanpa disadari.

Mengutip dari CNN Indonesia, kasus campak juga tercatat dalam sejumlah Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebanyak 45 KLB terjadi di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi.

Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tengah.

Kementerian Kesehatan mencatat tren kasus sempat meningkat pada Januari 2026 sebelum kemudian mulai menurun pada Februari.

"Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Sanguni, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Jumat (13/3).

Meski menunjukkan penurunan, kewaspadaan tetap diperlukan. penularan campak saat Lebaran berpotensi meningkat karena mobilitas masyarakat yang lebih tinggi selama periode mudik.

"Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign imunisasi kejar campak-rubella (MR).

Program ini dilakukan di wilayah terdampak maupun daerah yang memiliki risiko penyebaran lebih tinggi.

Program imunisasi dilaksanakan di 102 kabupaten dan kota sepanjang Maret 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak usia 9 hingga 59 bulan yang dinilai paling rentan terhadap infeksi campak.

Pelayanan imunisasi disediakan di berbagai fasilitas kesehatan serta titik layanan masyarakat deperti puskesmas, posyandu, PAUD, taman kanak-kanak, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik menjadi lokasi yang disiapkan agar lebih banyak anak dapat memperoleh imunisasi.

Penularan campak saat Lebaran juga dapat ditekan melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Gejala Campak

Infeksi campak biasanya diawali gejala yang menyerupai penyakit saluran pernapasan. Gejala tersebut sering muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat pada kulit.

Dikutip dari Halodoc, beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Demam tinggi
  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri pada tubuh
  • Batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan
  • Bercak kecil putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan
  • Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Diare atau muntah

Pada sebagian kasus, anak juga dapat mengalami bintik koplik, yaitu bintik kecil berwarna merah dengan pusat putih kebiruan di dalam mulut. Setelah itu ruam biasanya muncul sekitar tiga hingga lima hari setelah gejala awal.

Ruam campak biasanya dimulai dari belakang telinga dan sekitar kepala, kemudian menyebar ke leher hingga seluruh tubuh. Kondisi tersebut sering disertai demam tinggi serta rasa tidak nyaman pada tubuh.

Penularan campak saat Lebaran menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi keluarga yang melakukan perjalanan mudik bersama anak-anak.

Imunisasi lengkap serta kebiasaan hidup bersih dapat membantu menekan risiko penyebaran penyakit.

(pm)

Berita Terbaru

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional6 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline10 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional23 menit lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang27 menit lalu
ADVERTISEMENT
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang31 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang56 menit lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional56 menit lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu
Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Headline1 jam lalu