Kenapa Batam Jadi Destinasi Wisata Primadona Warga Singapura? Ini Faktor Pendorongnya

PASUNDANEKSPRES.ID - Batam kembali menjelma menjadi destinasi wisata primadona bagi warga Singapura. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura, Ringgit Malaysia, dan dolar Amerika Serikat membuat harga barang dan jasa di Batam terasa jauh lebih murah dibandingkan di negara asal wisatawan.
Fenomena ini dimanfaatkan warga Singapura untuk berbelanja, menikmati wisata kuliner, hingga menggunakan layanan kesehatan dan kecantikan. Pelaku usaha pariwisata dan perdagangan di Batam mencatat peningkatan kunjungan wisatawan Singapura dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat akhir pekan dan libur singkat.
Dikutip dari Bisnis.com, Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia, Surya Wijaya, mengatakan pelemahan rupiah memberikan dampak signifikan terhadap daya beli wisatawan asing.
“Dengan kurs rupiah yang melemah, harga makanan, hotel, dan jasa di Batam menjadi jauh lebih kompetitif,” ujarnya.
Selain faktor nilai tukar, kemudahan akses visa turut mendorong tingginya minat wisatawan asing. Kebijakan bebas visa serta visa kunjungan jangka pendek dinilai memberikan fleksibilitas bagi warga negara asing untuk melakukan perjalanan singkat lintas negara.
Kedekatan geografis Batam dan Singapura yang hanya sekitar satu jam perjalanan laut semakin memperkuat tren tersebut.
Pelaku industri pariwisata menilai kondisi ini sebagai peluang besar bagi perekonomian lokal, khususnya sektor perhotelan, transportasi, perdagangan, dan UMKM.
Wisatawan Singapura tidak hanya menginap, tetapi juga aktif berbelanja dan berbelanja jasa, sehingga perputaran uang langsung terasa di daerah.
Masih dikutip dari Bisnis.com, kebijakan Visa Kunjungan Singkat Khusus (VKSK) selama tujuh hari juga berkontribusi besar terhadap lonjakan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau.
Kasi Humas Imigrasi Batam, Aris, mengungkapkan hingga 2025 tercatat sebanyak 84.230 WNA telah memanfaatkan layanan VKSK tujuh hari di Kantor Imigrasi Batam.
“Minat WNA terhadap VKSK tujuh hari terus meningkat sejak diberlakukan,” kata Aris.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, menilai kebijakan tersebut sangat strategis untuk wilayah perbatasan seperti Kepri.
Menurutnya, terdapat empat skema yang dapat dimanfaatkan wisatawan asing, yakni permanent resident, visa tujuh hari, student pass, dan bebas visa.
Ia juga menyebutkan Pemerintah Provinsi Kepri tengah menyiapkan kebijakan lanjutan untuk memperkuat sektor pariwisata, termasuk rencana pembukaan penerbangan charter internasional menuju Batam dan Tanjungpinang pada 2026.
Dengan kombinasi kurs rupiah yang melemah, kemudahan visa, serta kedekatan wilayah, Batam diperkirakan akan terus menjadi tujuan favorit warga Singapura untuk berwisata dan berbelanja dalam jangka pendek.
