Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Komisi X DPR RI Akan Panggil Fadli Zon Terkait Pernyataan soal Pemerkosaan Massal Mei 1998

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:45 WIB
Bagikan:
Komisi X DPR RI Akan Panggil Fadli Zon Terkait Pernyataan soal Pemerkosaan Massal Mei 1998
Kontroversi fadzli zon soal pemerkosaan

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menuai sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan kontroversial terkait kasus pemerkosaan massal pada kerusuhan Mei 1998.

Dalam keterangannya, Fadli menyebut tidak ada bukti kuat yang mendukung terjadinya peristiwa tersebut.

Menyikapi hal ini, Komisi X DPR RI berencana memanggil Fadli Zon untuk memberikan klarifikasi resmi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan pentingnya klarifikasi tersebut.

Ia menilai pernyataan Fadli Zon yang meragukan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bisa melukai hati para korban serta mencederai upaya penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

"Isu kekerasan seksual dalam sejarah bangsa ini sangat sensitif. Meragukan hasil TGPF dapat menghambat semangat rekonsiliasi nasional dan keadilan bagi para korban," ujar Lalu, Selasa (17/6/2025).

Ia menambahkan, Komisi X akan mengagendakan rapat kerja atau rapat dengar pendapat bersama seluruh mitra kerjanya, termasuk Kementerian Kebudayaan, dalam Masa Sidang IV yang akan dimulai pekan depan.

Lebih lanjut, Lalu menekankan bahwa laporan TGPF adalah dokumen resmi negara, bukan sekadar narasi spekulatif.

Oleh karena itu, menurutnya, pejabat publik seharusnya tidak menyampaikan opini pribadi yang dapat mengurangi makna penegakan HAM.

"Tragedi Mei 1998 harus tetap diakui sebagai bagian dari sejarah nasional dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan maupun kebijakan kebudayaan, agar keadilan memori tetap terjaga dan penyangkalan sejarah (historical denialism) dapat dicegah," paparnya.

Legislator dari Fraksi PKB ini juga mengingatkan pemerintah agar lebih menunjukkan empati terhadap para korban serta serius menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, baik melalui jalur yudisial maupun non-yudisial.

"Kami berkomitmen memperjuangkan keadilan bagi korban serta memastikan tragedi kelam seperti ini tidak terulang di masa mendatang," tegas Lalu.

Kecaman dari Berbagai Pihak

Pernyataan Fadli Zon turut menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk aktivis dan lembaga pemerhati perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, menyatakan bahwa penyangkalan terhadap peristiwa ini sangat menyakitkan bagi para penyintas dan berpotensi memperpanjang impunitas pelaku.

"Para penyintas sudah terlalu lama memikul beban dalam diam. Pernyataan ini bukan hanya menyakitkan, tapi juga bisa memperpanjang ketidakadilan," ujarnya.

Klarifikasi dari Fadli Zon

Menanggapi kritik tersebut, Fadli Zon menyatakan bahwa dirinya menghargai perhatian publik terhadap sejarah reformasi 1998.

Ia menyebut masih terdapat perbedaan pandangan terkait keberadaan bukti kuat soal pemerkosaan massal dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, laporan TGPF saat itu hanya mencantumkan angka tanpa data rinci seperti nama, lokasi, waktu kejadian, atau identitas pelaku.

Karena itu, Fadli meminta kehati-hatian dalam menyimpulkan sesuatu yang menyangkut martabat bangsa.

"Saya menentang keras segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, baik di masa lalu maupun masa kini. Pernyataan saya bukan untuk menegasikan penderitaan korban," jelasnya.

Fadli menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus serius menangani isu kekerasan terhadap perempuan karena hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang paling mendasar.

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle22 menit lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle1 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle5 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu