Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahfud MD Dukung Aspirasi Rakyat, Kritik Aksi Demo Anarkis

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|10:06 WIB
Bagikan:
Mahfud MD Dukung Aspirasi Rakyat, Kritik Aksi Demo Anarkis
Tangkapan layar YouTube Mahfud MD Official

PASUNDAN EKSPRES - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan dukungannya terhadap aksi demonstrasi sebagai bentuk penyaluran aspirasi rakyat.

Namun, ia menyesalkan jika protes tersebut berubah menjadi tindakan anarkis yang menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.

Dalam pernyataan melalui kanal YouTube resminya, Sabtu (30/8/2025), Mahfud menegaskan bahwa hak rakyat untuk menyampaikan ketidakpuasan harus dihormati.

Meski begitu, ia menyoroti kericuhan yang meluas di berbagai daerah seperti Jakarta, Makassar, Bandung, Solo, hingga Surabaya, yang menelan korban jiwa serta merusak fasilitas publik.

Ia mencontohkan tewasnya Affan Kurniawan di Jakarta dan tiga korban meninggal saat gedung DPRD Makassar diserbu massa.

Mahfud juga menyinggung kerusakan material berupa pembakaran mobil hingga penjarahan bangunan.

Di sisi lain, ia mengkritik tindakan aparat yang dinilai berlebihan, seperti pengeroyokan demonstran oleh anggota Brimob, seraya menekankan pentingnya tanggung jawab atasan dalam mengendalikan situasi.

Akar Masalah Dinilai Berasal dari Kekecewaan Rakyat dan Arogansi Politisi

Mahfud menilai konflik yang terjadi saat ini berakar pada akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, diperparah dengan sikap sebagian politisi yang dinilai arogan dan kurang berempati.

Ia menegaskan, bentrokan antara rakyat dan aparat tidak boleh dibiarkan berlanjut karena keduanya sama-sama menjadi korban dari keputusan politik yang tidak adil.

Menurutnya, penyelesaian harus difokuskan pada akar masalah, yakni kebijakan yang merugikan rakyat serta praktik korupsi di tubuh elit politik.

“Rakyat bukan musuh aparat, dan aparat juga bukan musuh rakyat. Korban sebenarnya adalah akibat dari kebijakan pejabat dan pemimpin yang korup. Maka persoalan ini harus segera diselesaikan di tingkat kebijakan,” tegas Mahfud. (Disway/idr)

Berita Terbaru

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle10 menit lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle1 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional2 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline2 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline3 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle4 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle4 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional5 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional5 jam lalu