Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Masalah yang Tak Kunjung Reda Kenapa Dunia Ini Butuh Orang Miskin?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|09:24 WIB
Bagikan:
Masalah yang Tak Kunjung Reda Kenapa Dunia Ini Butuh Orang Miskin?
Masalah yang Tak Kunjung Reda Kenapa Dunia Ini Butuh Orang Miskin?

PASUNDAN EKSPRES- Masalah ketimpangan sosial telah menjadi perhatian utama bagi negara-negara di seluruh dunia sejak zaman dahulu hingga saat ini.

Perbedaan yang besar antara kekayaan si kaya dan si miskin menjadi akar dari ketidakadilan sosial yang meresahkan. Ketimpangan ini bukan hanya menciptakan kesenjangan ekonomi, tetapi juga memberi kontrol yang lebih besar kepada golongan kaya atas golongan miskin.

Fenomena inflasi, yang terjadi ketika nilai mata uang melemah, turut memperburuk kondisi ketimpangan ini.

Naiknya harga barang-barang menjadi beban tambahan bagi golongan miskin, yang nilai uangnya terus tergerus oleh inflasi.

Meskipun ada opsi investasi untuk melawan inflasi, tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap instrumen investasi yang efektif.

Data dari penelitian Oxfam menunjukkan bahwa 1% orang terkaya di dunia menguasai dua per tiga dari seluruh kekayaan global.

Ini menunjukkan kesenjangan yang ekstrem, di mana minoritas kecil mengontrol sebagian besar kekayaan dunia, sementara mayoritas lainnya berjuang untuk bertahan hidup.

Namun, mencoba memerangi kemiskinan secara langsung tidak selalu menjadi solusi yang efektif.

Kapitalisme, sebagai sistem ekonomi yang memungkinkan swasta menguasai produksi untuk mencari keuntungan, sebenarnya membutuhkan adanya golongan miskin untuk menjalankan sistemnya.

Kapitalisme memerlukan mereka sebagai "tumbal" untuk menjaga piramid kekayaan agar tetap kokoh.

Hal ini terkait dengan adanya pekerjaan berupah rendah yang diperlukan dalam sistem kapitalisme.

Kekurangan orang-orang yang mau melakukan pekerjaan ini akan mengganggu jalannya sistem, yang pada gilirannya akan berdampak pada seluruh masyarakat.

Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kaya. Selain faktor kemiskinan struktural, seperti kondisi keluarga dan lingkungan, ada juga faktor kemiskinan kultural yang bisa menghambat kemajuan seseorang.

Selain itu, persepsi dan pandangan terhadap kekayaan juga mempengaruhi ambisi seseorang untuk mencapai kesuksesan ekonomi.

Mengatasi ketimpangan sosial bukanlah tentang menghapus kemiskinan sepenuhnya, tetapi tentang mengurangi kesenjangan antara golongan kaya dan miskin, serta meningkatkan standar hidup golongan miskin itu sendiri.

Dengan cara ini, masyarakat bisa bergerak menuju ke arah yang lebih adil dan berkelanjutan, di mana peran setiap golongan diakui dan diberdayakan.

Pertanyaannya bukanlah apakah dunia butuh golongan miskin, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan sistem yang memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan ekonomi.

Berita Terbaru

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline12 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang30 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional50 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline54 menit lalu
ADVERTISEMENT
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu