Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Masih Ingat! Tragedi Brebes Exit (Brexit) 2016, Kemacetan Terparah dalam Sejarah Mudik Lebaran di Indonesia.

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|19:55 WIB
Bagikan:
Masih Ingat! Tragedi Brebes Exit (Brexit) 2016, Kemacetan Terparah dalam Sejarah Mudik Lebaran di Indonesia.
Masih Ingat! Tragedi Brebes Exit (Brexit) 2016, Kemacetan Terparah dalam Sejarah Mudik Lebaran di Indonesia. (Sumber Foto Merdeka.com)

PASUNDAN EKSPRES- Mudik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Idul Fitri di Indonesia.

Setiap tahun, jutaan orang membanjiri jalanan untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Namun, di balik kehangatan reuni ini, terkadang terjadi tragedi yang mengharukan, seperti yang terjadi pada tahun 2016 yang dikenal sebagai Tragedi Brexit.

Brexit, singkatan dari Brebes Exit, merujuk pada kejadian tragis yang terjadi di kilometer 57,5 jalan tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah.

Pada tahun 2016, beberapa hari sebelum Idul Fitri, jutaan pemudik mulai meninggalkan Jabodetabek untuk merayakan lebaran di kampung halaman mereka.

Namun, harapan untuk mudik dengan lancar pupus ketika kemacetan mencekam terjadi di Brexit. Pada tanggal 3 hingga 5 Juli 2016, jutaan orang dan ribuan kendaraan terjebak dalam kemacetan yang mencekam di pintu keluar tol Brexit.

Para pemudik mengalami kondisi yang mencekam di tengah ribuan kendaraan tanpa ada pergerakan selama belasan jam. Sejumlah pemudik, termasuk Arika Triwibowo dari Depok, bahkan terjebak selama 12 jam di tengah kemacetan yang parah.

Kemacetan tidak hanya terjadi di pintu tol Brexit, tetapi juga merembet ke jalur Pantura Brebes.

Kendaraan yang baru keluar dari tol masih harus menghadapi kemacetan di ruas Pantura, memperpanjang waktu tempuh yang seharusnya hanya beberapa jam menjadi 35 jam.

Tragedi ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mencari keuntungan dengan menjual makanan, minuman, dan BBM eceran dengan harga yang sangat tinggi.

Ironisnya, tragedi tersebut merenggut tujuh nyawa dan puluhan lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Kemacetan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya persiapan dan antisipasi dari pemerintah dan instansi terkait dalam menghadapi lonjakan pemudik yang tidak terduga.

Selain itu, jumlah pintu keluar yang terbatas di Brexit tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang besar.

Tragedi Brexit 2016 menjadi pelajaran yang berharga bagi pemerintah dan instansi terkait.

Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. Semoga para korban yang meninggal dalam tragedi tersebut diterima dengan baik di sisi-Nya.

Tradisi mudik Lebaran adalah momen yang penuh makna bagi masyarakat Indonesia. Namun, keamanan dan kelancaran perjalanan harus menjadi prioritas utama.

Mari bersama-sama menjaga tradisi ini dengan memastikan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik dari semua pihak terkait.

Semoga tragedi serupa tidak terulang, dan mudik Lebaran tetap menjadi momen yang membahagiakan bagi semua.

Berita Terbaru

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat48 menit lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga3 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional4 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat4 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline4 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang6 jam lalu
Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Nasional7 jam lalu
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Lifestyle8 jam lalu
Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang16 jam lalu