Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mitos Emas Batangan Soekarno: Benarkah Presiden Pertama RI Miliki Harta Karun?

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|12:59 WIB
Bagikan:
Mitos Emas Batangan Soekarno: Benarkah Presiden Pertama RI Miliki Harta Karun?
Mitos Emas Batangan Soekarno: Benarkah Presiden Pertama RI Miliki Harta Karun?

PASUNDAN EKSPRES - Kisah tentang Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, yang memiliki emas batangan seberat 57 ton di Bank Swiss telah menjadi legenda urban yang menarik perhatian banyak orang. Mitos ini bahkan menyebutkan bahwa emas tersebut dipinjam oleh Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy pada tahun 1963 untuk pembangunan di negara Paman Sam. Namun, benarkah cerita ini?

Berdasarkan data sejarah yang tersedia, tampaknya Soekarno tidak memiliki harta sebanyak itu. Selama masa jabatannya, Soekarno sendiri mengaku hidup dalam kesulitan. Dalam wawancara dengan jurnalis Amerika Serikat, Cindy Adams, Soekarno menyebutkan bahwa gajinya sebagai presiden hanya sebesar US$ 220. Selain itu, dia juga tidak memiliki rumah dan tanah, sehingga wajar jika ia hidup berpindah-pindah dari satu istana negara ke istana lainnya.

Soekarno pernah mengungkapkan dalam wawancara tersebut bahwa saat kunjungan ke luar negeri, ia pernah dibelikan piyama oleh seorang duta besar karena merasa kasihan melihat Soekarno mengenakan baju tidur yang sudah robek. "Adakah Kepala Negara yang melarat seperti aku dan sering meminjam-minjam dari ajudannya?" ujar Soekarno kepada Cindy Adams dalam buku *Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia* (1964).

Putra sulung Soekarno, Guntur Soekarnoputra, juga membenarkan pernyataan tersebut. Dalam kolom opini di Media Indonesia yang diterbitkan pada 26 September 2020, Guntur menulis bahwa sejak sebelum menjadi presiden, ayahnya selalu hidup pas-pasan. Ia bahkan sering meminjam uang kepada sahabatnya, Agoes Moesin Dasaad, sejak masa pergerakan.

"Sebagai presiden, Bung Karno adalah presiden yang paling miskin di dunia ini. Ia tidak punya tanah, tidak punya rumah, apalagi logam-logam mulia seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini," kata Guntur.

Sejarawan Indonesia, Ong Hok Ham, juga membantah rumor mengenai harta kekayaan Soekarno yang melimpah. Dalam tulisannya yang berjudul *Kuasa dan Negara* (1983), Ong mematahkan cerita tersebut dan memaparkan fakta sejarah yang sebenarnya. Salah satu rumor yang ia bantah adalah mengenai warisan kekayaan dari Kerajaan Mataram Islam.

Menurut Ong, tidak mungkin ada seseorang yang mewarisi harta dari kerajaan kuno dalam jumlah besar, apalagi berupa batangan emas. Harta kerajaan kuno tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang. Bahkan, pada masa itu, Kerajaan Mataram Islam masih memiliki utang kepada VOC.

Ong juga menambahkan bahwa jika Soekarno benar-benar memiliki emas batangan, seharusnya ia tidak hidup dalam kemelaratan hingga akhir hayatnya. Fakta ini membuktikan bahwa cerita tentang harta karun emas batangan milik Soekarno adalah tidak benar.

Di luar itu, terdapat pula desas-desus lain yang mengatakan bahwa emas batangan tersebut sebenarnya adalah bagian dari harta karun Jepang yang disembunyikan selama Perang Dunia II. Beberapa teori konspirasi bahkan menyebutkan bahwa emas tersebut terkait dengan perjanjian rahasia antara Soekarno dan tokoh-tokoh internasional pada saat itu.

Kisah ini semakin menarik ketika ada laporan-laporan yang muncul tentang upaya pencarian harta karun di berbagai lokasi di Indonesia, seperti di gua-gua dan bunker peninggalan Jepang. Meskipun tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim-klaim ini, cerita tentang emas batangan Soekarno terus hidup dalam imajinasi masyarakat.

Kisah tentang emas batangan Soekarno memang menarik dan telah menjadi bagian dari mitos urban. Namun, berdasarkan berbagai bukti sejarah dan pengakuan orang-orang terdekatnya, tampaknya cerita ini hanyalah legenda yang tidak memiliki dasar kenyataan. Soekarno, meskipun dihormati sebagai pemimpin besar, hidup dengan sangat sederhana dan sering kali dalam kesulitan ekonomi.

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga9 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang9 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta10 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang10 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional11 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang12 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional12 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional13 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline13 jam lalu