Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Notifikasi Internasional Diterima, Kasus Campak di Indonesia Masuk Pemantauan Ketat

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|12:50 WIB
Bagikan:
Notifikasi Internasional Diterima, Kasus Campak di Indonesia Masuk Pemantauan Ketat
Gambaran orang yang terkena penyakit campak. (Sumber: Lolostock/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus campak di Indonesia masuk dalam notifikasi resmi sistem kesehatan internasional setelah dua Warga Negara Asing (WNA) di Australia terinfeksi dan diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026.

Informasi tersebut diterima Kementerian Kesehatan RI melalui mekanisme International Health Regulation (IHR), yang digunakan untuk memantau potensi penyebaran penyakit antarnegara.

“Kementerian Kesehatan telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme IHR terkait dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Sebagai langkah cepat, kami melakukan penguatan surveilans penyakit campak serta mengintensifkan imunisasi campak tambahan bagi anak usia sekolah, terutama di daerah dengan beban kasus tertinggi sepanjang 2025–2026,” terang Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), dr. Andi Saguni di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (23/2), dikutip dari laman kemkes.go.id.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui peningkatan kewaspadaan di berbagai daerah. Pemerintah pusat dan dinas kesehatan daerah pun diimbau untuk memastikan setiap kasus dapat terdeteksi lebih cepat.

Data nasional mencatat sepanjang 2025 terdapat 11.094 kasus campak. Sementara hingga Februari 2026, tercatat tambahan 550 kasus yang tersebar di sejumlah provinsi.

Meski jumlahnya masih dalam pengawasan, pemerintah menegaskan kondisi nasional belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemerintah Tingkatkan Surveilans dan Imunisasi Campak di Indonesia

Penguatan surveilans menjadi salah satu langkah utama untuk memastikan kasus campak di Indonesia dapat segera ditemukan dan ditangani.

Fasilitas kesehatan diminta lebih aktif memeriksa pasien yang mengalami gejala khas, seperti demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan iritasi mata. Pemeriksaan cepat membantu memutus rantai penularan sejak awal.

Program imunisasi juga terus didorong, terutama bagi anak usia sekolah dasar. Kelompok usia ini memiliki risiko lebih tinggi apabila belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan vaksin serta melakukan upaya jemput bola di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.

Rumah sakit, puskesmas, dan klinik disiagakan untuk memberikan pelayanan yang diperlukan, termasuk pemeriksaan lanjutan dan perawatan bila terjadi komplikasi.

Tenaga kesehatan di lapangan juga diingatkan untuk segera melaporkan temuan kasus agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Selain upaya dari pemerintah, peran keluarga juga sangat penting. Orang tua diminta memastikan anak menerima imunisasi sesuai jadwal.

Anak yang mengalami demam disertai ruam dianjurkan segera diperiksa ke fasilitas kesehatan dan mengurangi kontak sementara waktu.

Selain itu, kebiasaan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dan menjaga lingkungan tetap bersih, membantu menurunkan risiko penularan.

Mobilitas penduduk antarwilayah maupun perjalanan luar negeri membuat pengawasan penyakit menular harus dilakukan secara konsisten.

Pemerintah menegaskan upaya pencegahan melalui imunisasi, pemantauan, dan kesiapan fasilitas kesehatan akan terus diperkuat agar kasus campak di Indonesia tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.

(pm)

Berita Terbaru

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional7 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline11 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional24 menit lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang28 menit lalu
ADVERTISEMENT
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang32 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang57 menit lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional57 menit lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu
Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Headline1 jam lalu