Prabowo Terima Audiensi Pengusaha Nasional di Hambalang, Bahas Ekonomi hingga UMKM

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima audiensi sejumlah pengusaha nasional terkemuka di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Suasana hangat yang tercipta mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha demi mendorong kemajuan ekonomi nasional.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam membangun komunikasi yang intensif dan konstruktif dengan para pelaku usaha sebagai mitra pembangunan.
Audiensi tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam, dengan pembahasan yang mendalam dan komprehensif mengenai berbagai isu strategis.
Diskusi mencakup kondisi ekonomi nasional terkini, tantangan global yang berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, hingga peluang pengembangan sektor-sektor unggulan seperti industri hilirisasi, energi, pangan, infrastruktur, dan ekonomi digital.
Selain itu, turut dibahas berbagai upaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam membuka ruang dialog yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan dengan dunia usaha.
Sejumlah pengusaha besar yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Prajogo Pangestu, Antoni Salim, Frankie Wijaja, Boy Thohir, dan Sugianto Kusuma.
Kehadiran para tokoh bisnis nasional ini menunjukkan dukungan nyata sektor swasta terhadap agenda pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun sinergi yang solid antara negara dan dunia usaha melalui semangat Indonesia Incorporated, yakni konsep kolaborasi terpadu yang menempatkan pemerintah dan sektor swasta sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Presiden Prabowo menilai bahwa kolaborasi yang erat dan saling menguatkan merupakan kunci utama untuk memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif.
Melalui kerja sama yang strategis, diharapkan dapat tercipta lebih banyak lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan sektor riil, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Selain itu, peran dunia usaha dinilai sangat krusial dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Dengan dukungan pembinaan, akses permodalan, serta integrasi dalam rantai pasok industri besar, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
