Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Uang Koin Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Era Modernoin Indonesia

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|11:22 WIB
Bagikan:
Sejarah Uang Koin Indonesia: Dari Masa Kolonial hingga Era Modernoin Indonesia
Ilustrasi - Bojonegoro Mendadak Kaya! Ini 9 Koin Paling Diburu di Kabupaten Bojonegoro, Mudahan kamu punya /Pixabay/

PASUNDAN EKSPRES - Uang koin telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah ekonomi Indonesia.

Tidak hanya sebagai alat tukar, uang koin juga mencerminkan kekuasaan, budaya, dan teknologi pada masa tertentu.

Perjalanan uang koin Indonesia mencakup berbagai era, mulai dari masa kerajaan kuno, kolonial Belanda, kemerdekaan, hingga zaman modern.

Sejarah Uang Koin Indonesia

Awal Mula Uang Koin di Nusantara dan Sejarah uang koin Indonesia

Sebelum uang koin logam dikenal secara luas, masyarakat Nusantara menggunakan sistem barter atau alat tukar tradisional seperti kulit kerang, emas, dan perak.

Uang koin mulai dikenal di wilayah Indonesia sejak abad ke-9, ketika kerajaan-kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit menggunakan koin emas dan perak untuk perdagangan.

Contohnya adalah koin "Ma" dari Kerajaan Majapahit yang terbuat dari emas dan perak, serta memiliki cap khusus sebagai tanda resmi kerajaan.

Masa Kolonial: Pengaruh Belanda dan Mata Uang Gulden

Pada abad ke-17, Belanda mulai mendominasi perdagangan di Indonesia melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

VOC mencetak uang koin sendiri, salah satunya bertuliskan "VOC" dengan tahun cetak dan lambang.

Setelah VOC dibubarkan pada 1799, pemerintahan Hindia Belanda mengambil alih dan mulai mengeluarkan mata uang resmi bernama Gulden.

Koin Gulden dicetak dari bahan perak dan tembaga, dan beredar luas di wilayah jajahan.

Di masa ini, koin-koin juga mencantumkan wajah raja atau lambang kerajaan Belanda.

Masa Pendudukan Jepang

Selama pendudukan Jepang (1942–1945), mata uang Belanda digantikan oleh mata uang Jepang yang disebut "Gunseikan".

Koin logam Jepang saat itu terbuat dari bahan murah seperti aluminium, karena krisis logam akibat Perang Dunia II.

Awal Kemerdekaan: Koin Pertama Republik Indonesia

Setelah kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia mulai mencetak mata uang sendiri.

Pada 1951, pemerintah resmi menerbitkan uang koin pertama Republik Indonesia dengan nominal 1, 5, dan 10 sen yang terbuat dari aluminium dan menampilkan lambang Garuda Pancasila.

Pada masa ini, desain koin mulai menunjukkan unsur nasionalisme, seperti pahlawan nasional, hewan khas Indonesia, serta simbol negara.

Era Orde Baru: Ragam Desain dan Material

Pada tahun 1970-an hingga 1990-an, Indonesia semakin banyak mencetak koin dengan berbagai nominal seperti Rp25, Rp50, Rp100, Rp500, hingga Rp1.000.

Desain koin memperlihatkan kekayaan budaya dan alam Indonesia, seperti burung jalak bali, harimau sumatra, hingga pahlawan nasional seperti Ki Hadjar Dewantara.

Material koin juga mulai beragam, dari aluminium, nikel, hingga bimetal (seperti pada koin Rp1.000 yang menggunakan dua jenis logam).

Era Modern: Digitalisasi dan Koleksi

Memasuki abad ke-21, penggunaan uang koin mulai berkurang karena meningkatnya transaksi digital.

Meski begitu, Bank Indonesia tetap menerbitkan koin edisi khusus seperti koin peringatan Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020 dan koin koleksi berbahan perak atau emas.

Bagi kolektor, uang koin lama Indonesia terutama dari masa VOC, Hindia Belanda, dan awal kemerdekaan memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang tinggi.

(ryn/dbm)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional8 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu