Update Bencana Alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar per 28 November 2025

PASUNDANEKSPRES.ID - Update bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan situasi darurat akibat hujan deras beberapa hari terakhir.
Banjir besar dan tanah longsor telah menelan setidaknya 90 korban jiwa, sementara puluhan lainnya masih hilang. BMKG mengungkap hujan ekstrem ini dipicu oleh Siklon Senyar, fenomena langka yang jarang terjadi di wilayah khatulistiwa.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menekankan bahwa Siklon Senyar adalah peristiwa langka, sehingga intensitas hujan yang tinggi membuat sungai-sungai meluap dan memicu banjir serta longsor di banyak wilayah.
Update bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini menunjukkan dampak signifikan pada infrastruktur, transportasi, dan ribuan warga terdampak.
Update Bencana Alam di 3 Wilayah di Indonesia
Pemerintah pusat mengirimkan bantuan melalui empat pesawat, termasuk tiga Hercules dan satu A400, menuju bandara terdekat dari lokasi terdampak pada Jumat (28/11).
Bantuan terdiri dari 150 tenda, 64 perahu karet, sejumlah genset, 100 alat komunikasi, dan bahan makanan siap saji.
Tim medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan juga diterjunkan untuk mempercepat penanganan korban.
1. Update Terkini Situasi di Aceh
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.
Banjir dan longsor menutup banyak jalur transportasi, termasuk akses utama Banda Aceh menuju Medan yang lumpuh akibat jembatan ambruk.
Ribuan warga mengungsi ke tempat aman, sementara petugas terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
2. Update Terkini Situasi di Sumatera Utara
Di Sumatera Utara, sebagian besar wilayah terdampak banjir, longsor, dan gempa bumi.
Gubernur Bobby Nasution menetapkan status tanggap darurat melalui SK Nomor 188.44/836/KPTS/2025, berlaku hingga 10 Desember 2025.
Korban tewas tercatat 48 orang, dengan 88 hilang dan 81 luka-luka dengan dampak terbesar terjadi di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.
Lebih dari 1.168 warga mengungsi, sementara pemerintah daerah menyalurkan bantuan dan memperbaiki infrastruktur rusak.
3. Update Terkini Situasi di Sumatera Barat
Sumatera Barat menghadapi dampak banjir, longsor, dan pohon tumbang di 14 titik. BPBD Sumbar mencatat 12 orang meninggal dan sekitar 12 ribu warga terdampak.
Material longsor menutup ruas jalan nasional Padang-Bukittinggi, khususnya di Lembah Anai, sehingga jalur transportasi sempat lumpuh.
Intensitas hujan mencapai 212 mm/hari di DAS Anai, menyebabkan luapan sungai, sedimentasi, dan kerusakan infrastruktur vital.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyebut pembersihan material longsor dan pemulihan jalur komunikasi menjadi prioritas utama.
Demikian mengenai update terbaru bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
(pm)
