Update Harga BBM 10 April 2026 Tidak Naik! Ini Daftar Lengkap Pertalite, Pertamax, hingga Solar di Seluruh Indonesia!

PPASUNDAN EKSPRES.ID – Per Jumat, 10 April 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga memutuskan mempertahankan harga BBM subsidi maupun non-subsidi sesuai arahan pemerintah, meskipun harga minyak dunia sempat mengalami fluktuasi.
Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil secara nasional, sementara harga BBM non-subsidi (Pertamax series dan Dex series) mengikuti besaran yang ditetapkan per 1 April 2026 tanpa penyesuaian baru hingga hari ini.
Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.
Harga BBM Subsidi
- Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
- Biosolar (Solar Subsidi): Rp 6.800 per liter
Harga ini bersifat penugasan dan telah diberlakukan sejak beberapa periode lalu tanpa perubahan di bulan April 2026.
Pemerintah juga memberlakukan pembatasan pembelian Pertalite maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat di beberapa wilayah guna memastikan subsidi tepat sasaran.
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina
Harga non-subsidi berbeda antarwilayah karena faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan biaya distribusi.
Berikut rincian lengkap berdasarkan data resmi per 1 April 2026 yang masih berlaku hingga hari ini:
- Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya (Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara):
- Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.500 per liter
- Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung:
- Pertamax: Rp 12.600 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.350 per liter
- Dexlite: Rp 14.500 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.800 per liter
- Biosolar: Rp 6.800 per liter
- Wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:
- Pertamax: Rp 12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.650 per liter
- Dexlite: Rp 14.800 per liter
- Pertamina Dex: Rp 15.100 per liter
- Biosolar: Rp 6.800 per liter
Free Trade Zone (FTZ) Sabang:
- Pertamax: Rp 11.550 per liter
- Dexlite: Rp 13.250 per liter
- Biosolar: Rp 6.800 per liter
Harga di wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua mengikuti pola serupa dengan penyesuaian kecil sesuai regulasi daerah, tetapi secara umum tetap stabil sejak awal April 2026.
Masyarakat disarankan mengecek langsung di aplikasi MyPertamina atau SPBU terdekat karena harga dapat sedikit berbeda di operator swasta seperti Shell, BP, atau Vivo.
Alasan Harga Tetap Stabil
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menegaskan bahwa perusahaan mengikuti arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga per 1 April 2026.
Meski ada isu kenaikan harga BBM nonsubsidi hingga Rp17.000-an yang sempat beredar di media sosial, Pertamina membantahnya dan menyatakan semua harga mengacu pada periode Maret yang diperpanjang.
Keputusan ini diambil untuk menjaga inflasi dan mendukung pemulihan ekonomi pasca-tekanan harga minyak global.
Pemerintah juga terus memantau alokasi subsidi agar tepat sasaran, terutama bagi sektor transportasi umum, nelayan, dan usaha kecil.
Hingga 10 April 2026 pukul siang, belum ada pengumuman penyesuaian harga baru. Harga BBM dipantau secara berkala setiap awal bulan atau saat ada kebijakan khusus dari pemerintah.
Dengan harga yang relatif stabil ini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan pengeluaran bahan bakar dengan lebih baik.
Bagi pelaku usaha transportasi, stabilitas harga ini menjadi angin segar di tengah kenaikan biaya operasional lainnya.
