Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Viral Aparat Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons, Sempat Dianiaya hingga Trauma Berdagang

I
Inessia Nabila MEditor: Heru Ramdani
|11:29 WIB
Bagikan:
Viral Aparat Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons, Sempat Dianiaya hingga Trauma Berdagang
Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan dua aparat yang melakukan pemeriksaan pada pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Screenshot TikTok @Balewartawanjakpus10)

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan dua aparat yang melakukan pemeriksaan pada pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat menjadi ramai diperbincangkan.

Video itu viral lantaran pedagang tersebut dituduh menjual es gabus yang terbuat dari spons oleh aparat kepolisian dan Babinsa setempat.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) saat pedagang es gabus bernama Suderajat (49) itu tengah berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam video yang dibagikan akun TikTok @Balewartawanjakpus10, dua aparat yang terdiri dari polisi dan Babinsa itu tiba-tiba melakukan sidak kepada pedagang es gabus tersebut.

Aparat tersebut mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap jajanan es kue jadul atau es gabus yang diduga mengandung spons.

"(Diduga) pakai bahan spons. Bisa kita lihat, ini bahannya spons, kalau dibakar dia meleleh. Spon dari bedak," ucap sang polisi.

"Harap hati-hati bagi orangtua ya, karena ini udah rekayasa, bukan bahan (tepung) hunkwe lagi, melainkan bahan spons. Bisa kita lihat, ini bahannya spons, kalau dibakar dia meleleh," ucap aparat berkaus polisi.

Kedua aparat membuktikan bahwa es gabus tersebut berbahan spons dengan cara dibakar hingga diperas di depan sang pedagang.

Bahkan, mereka meminta sang pedagang untuk menyantap dagangannya sendiri dengan nada menggertak.

"Makan nih, habisin dan ditelan. Yang mo** biar kamu, jangan anak-anak kecil. Kasihan," ucap aparat tersebut dengan marah.

Video itu kemudian viral di media sosial dan menuai kecaman dari netizen lantaran ada dugaan intimidasi aparat terhadap pedagang es gabus tersebut.

Suderajat mengaku sempat dianiaya oleh aparat tersebut hingga dirinya trauma berjualan lagi akibat peristiwa itu.

Setelah kejadian tersebut viral, es gabus yang dijual Suderajat diperiksa oleh Puslabfor Polri dan hasil laboratorium menyatakan jajanan tersebut tidak mengandung bahan berbahaya.

Atas peristiwa ini, Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas video viral yang terjadi di Kemayoran pada Sabtu lalu.

Tindakan itu terjadi sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan jajanan berbahaya yang dijual di sekitar lingkungan mereka.

Mereka juga meminta maaf lantaran terlalu cepat menyimpulkan jajanan es gabus tersebut mengandung bahan spons tanpa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Adapun pihaknya telah menemui Suderajat selaku pedagang es gabus tersebut dan meminta maaf serta memberikan ganti rugi atas barang dagangannya.

"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," ucap Ikhwan. (inm)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga5 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang6 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang6 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang7 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional8 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional9 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle9 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta9 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat10 jam lalu