Viral Kasus Campak, Ini Daftar Vaksin yang Ditanggung BPJS untuk Cegah Penularan

PASUNDANEKSPRES.ID - Vaksin yang ditanggung BPJS Kesehatan mencakup sejumlah imunisaso dasar yang diberikan kepada bayi sesuai program kesehatan nasional.
Imunisasi dasar ini disediakan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memberikan perlindungan bagi bayi dari berbagai penyakit menular yang berisiko serius.
Keberadaan program tersebut penting karena beberapa penyakit menular masih ditemukan di Indonesia, salah satunya campak.
Kasus campak yang sempat dialami selebgram Ruce Nuenda bahkan sempat ramai diperbincangkan setelah ia tetap beraktivitas di luar rumah saat sakit campak.
Tindakan tersebut menuai kritik karena penyakit campak sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Kondisi itu sekaligus mengingatkan bahwa pencegahan penyakit menular tidak bisa dianggap sepele.
Program vaksin yang ditanggung BPJS hadir sebagai langkah preventif agar penyakit berbahaya dapat dicegah sejak awal kehidupan anak.
Syarat Mendapatkan Vaksin dari BPJS
Akses terhadap vaksin yang ditanggung BPJS cukup mudah selama status kepesertaan JKN-KIS aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran.
Orang tua dapat membawa bayi ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sebagian besar puskesmas memiliki jadwal khusus untuk layanan imunisasi.
Sebelum imunisasi diberikan, tenaga kesehatan biasanya melakukan pemeriksaan awal. Berat badan, tinggi badan, serta kondisi kesehatan anak akan diperiksa untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat.
Proses imunisasi kemudian dilakukan sesuai jadwal yang dianjurkan.
Daftar vaksin yang ditanggung BPJS untuk Bayi
Program imunisasi yang dibiayai BPJS Kesehatan mencakup imunisasi dasar lengkap bagi bayi usia 0 hingga 11 bulan.
Vaksin ini diberikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam program kesehatan nasional.
Berikut jenis vaksin yang ditanggung BPJS yang dapat diperoleh melalui puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama.
1. Vaksin BCG
Vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG) diberikan satu kali saat bayi berusia sekitar satu bulan.
Imunisasi ini berfungsi melindungi tubuh dari penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.
Paparan bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyerang paru-paru maupun organ lain.
Perlindungan melalui vaksin BCG membantu tubuh anak membangun sistem kekebalan terhadap infeksi tersebut.
Keberadaan vaksin yang ditanggung BPJS membuat imunisasi ini dapat diakses tanpa biaya tambahan bagi peserta aktif.
2. Vaksin DPT
Vaksin DPT diberikan sebanyak tiga kali pada usia dua, tiga, dan empat bulan.
Imunisasi ini melindungi anak dari tiga penyakit berbahaya, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
Difteri pernah menimbulkan kejadian luar biasa di sejumlah wilayah Indonesia.
Sementara pertusis dapat menyebabkan batuk berat pada bayi, bahkan berisiko mengganggu pernapasan.
Melalui program vaksin yang ditanggung BPJS, imunisasi DPT menjadi bagian dari perlindungan penting agar anak terhindar dari penyakit yang berpotensi fatal tersebut.
3. Vaksin polio
Polio dikenal sebagai penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Virus ini menyerang sistem saraf dan menyebar dengan cepat jika cakupan imunisasi rendah.
Pemberian vaksin polio dilakukan sebanyak empat kali pada usia satu hingga empat bulan.
Bentuknya bisa berupa tetes oral maupun suntikan, tergantung jenis vaksin yang digunakan di fasilitas kesehatan.
Program vaksin yang ditanggung BPJS memastikan bayi mendapatkan perlindungan sejak dini dari penyakit yang pernah menjadi ancaman global tersebut.
4. Vaksin campak
Campak merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak. Penularannya sangat cepat melalui percikan batuk atau bersin.
Vaksin campak diberikan satu kali pada usia sembilan bulan sebagai bagian dari imunisasi dasar.
Dosis lanjutan atau booster biasanya diberikan saat anak berusia 18 bulan dan kembali pada usia sekolah.
Kasus selebgram Ruce Nuenda yang tetap beraktivitas saat sakit campak menjadi pengingat bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap ringan.
Perlindungan melalui vaksin yang ditanggung BPJS menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran lebih luas.
5. Vaksin hepatitis B
Vaksin hepatitis B diberikan kepada bayi segera setelah lahir, terutama bagi bayi yang memiliki risiko tertular dari ibu dengan riwayat hepatitis B.
Pemberian vaksin HB-0 dilakukan dalam waktu 24 jam pertama setelah kelahiran.
Tujuannya melindungi hati bayi dari infeksi virus hepatitis B yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis.
Masuknya imunisasi ini dalam daftar vaksin yang ditanggung BPJS membantu memastikan bayi memperoleh perlindungan sejak awal kehidupan.
Sudah memberikan hak vaksin kepada buah hati tercinta?
(pm)
