Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Viral Ramalan Jayabaya Pulau Jawa dalam Ancaman!

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|10:33 WIB
Bagikan:
Viral Ramalan Jayabaya Pulau Jawa dalam Ancaman!
Viral Ramalan Jayabaya Pulau Jawa dalam Ancaman! (Sumber Foto YouTube Tagar Misteri Channel)

PASUNDAN EKSPRES- Ketika kita membicarakan tentang ramalan-ramalan kuno yang menggugah perhatian, salah satu nama yang muncul dalam benak kita pasti adalah Jayabaya.

Seorang penguasa Jawa pada abad ke-12, Jayabaya terkenal dengan ramalannya yang misterius namun seringkali akurat.

Salah satu ramalan yang paling terkenal adalah tentang nasib Pulau Jawa yang akan terbagi menjadi dua.

Menurut legenda yang berkembang di kalangan masyarakat Jawa, ramalan Jayabaya ini dikaitkan dengan aktivitas vulkanik di Gunung Slamet, yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Tegal.

Ramalan tersebut menyatakan bahwa jika Gunung Slamet meletus, maka Pulau Jawa akan terbelah, menciptakan sebuah parit yang menyatukan Pantai Utara dan Selatan Jawa.

Meskipun cerita ini telah tersebar luas di kalangan masyarakat, hingga saat ini mitos tersebut belum dapat dibuktikan secara nyata.

Namun demikian, perhatian terhadap ramalan ini terus berlanjut, menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Tak hanya mengenai pembelahan Pulau Jawa, Jayabaya juga meramalkan berbagai bencana alam lainnya.

Salah satunya adalah banjir bandang "anandindi," yang menurut ramalan Jayabaya, berarti banjir akan ada di mana-mana. Ramalan ini menyiratkan bahwa bencana besar akan menimpa Pulau Jawa, menelan banyak korban jiwa dan harta benda.

Selain itu, dalam naskah-naskah kuno seperti Serat Jayabaya Musarar dan Serat Pranitiwakya, terdapat keterangan tentang berbagai peristiwa alam yang luar biasa.

Jayabaya meramalkan cuaca yang tidak menentu, musim penghujan yang tidak teratur dengan curah hujan yang tinggi, kebanjiran, bahkan kekeringan yang mengancam.

Gempa bumi juga diprediksi akan sering terjadi, membawa petaka bagi manusia, ternak, dan harta benda. Tak hanya itu, ramalan Jayabaya juga mengisyaratkan terjadinya fenomena alam misterius seperti gerhana bulan dan gerhana matahari.

Semua ramalan ini menimbulkan rasa ingin tahu dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, karena meskipun bersifat mistis, ramalan-ramalan Jayabaya seringkali dianggap memiliki keterkaitan dengan kondisi alam dan kehidupan manusia yang nyata.

Namun, penting untuk diingat bahwa ramalan-ramalan ini tidak selalu harus dijadikan sebagai kepastian atau panduan untuk tindakan.

Sementara kita dapat mempelajari dan menghargai warisan budaya seperti ramalan Jayabaya, keputusan dan tindakan yang kita ambil haruslah didasarkan pada pengetahuan ilmiah dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi alam dan lingkungan kita.

Dengan demikian, kita dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi berbagai potensi bencana alam, serta bekerja sama untuk melindungi dan menjaga keberlangsungan hidup Pulau Jawa dan masyarakatnya.

Berita Terbaru

OMOWAY “LIGHT UP INDONESIA” Hadir di Bandung, Satukan OMO-Riders untuk Menjelajahi Masa Depan Mobilitas Pintar

OMOWAY “LIGHT UP INDONESIA” Hadir di Bandung, Satukan OMO-Riders untuk Menjelajahi Masa Depan Mobilitas Pintar

Jawa Barat6 menit lalu
Tanpa Watermark, Ini Cara Download Video TikTok dengan Mudah

Tanpa Watermark, Ini Cara Download Video TikTok dengan Mudah

Lifestyle35 menit lalu
Dinkes Subang Gelar Lomba Video Konten Edukasi Kesehatan, Ini Ketentuannya

Dinkes Subang Gelar Lomba Video Konten Edukasi Kesehatan, Ini Ketentuannya

Subang1 jam lalu
Daftar Lengkap HP TECNO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga November

Daftar Lengkap HP TECNO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga November

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kronologi Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Sejumlah Santriwati Alami Trauma

Kronologi Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Sejumlah Santriwati Alami Trauma

Nasional3 jam lalu
MA Tunda Konferensi Pers Putusan Ijazah SMA Gibran, Kenapa?

MA Tunda Konferensi Pers Putusan Ijazah SMA Gibran, Kenapa?

Nasional3 jam lalu
Reformasi Pasar Modal Imbas Evaluasi MSCI, 82 Saham Tak Lagi Masuk Perhitungan IHSG

Reformasi Pasar Modal Imbas Evaluasi MSCI, 82 Saham Tak Lagi Masuk Perhitungan IHSG

Nasional3 jam lalu
Menteri PPPA Tegaskan Pembalut Bukan Barang Mewah, Desakan PPN 0 Persen Menguat

Menteri PPPA Tegaskan Pembalut Bukan Barang Mewah, Desakan PPN 0 Persen Menguat

Nasional4 jam lalu
7 Polisi Dimutasi Usai Gerebek Pesta Narkoba yang Libatkan 3 Anggota DPRD Gerindra

7 Polisi Dimutasi Usai Gerebek Pesta Narkoba yang Libatkan 3 Anggota DPRD Gerindra

Nasional4 jam lalu
Sungai Cikalintu Kembali Jebol, Warga Bandung di Hantui Banjir

Sungai Cikalintu Kembali Jebol, Warga Bandung di Hantui Banjir

Jawa Barat4 jam lalu