Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Marah ke Suporter Persikas Subang, Sebut Tak Masalah Disebut Pemimpin Emosional

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|20:24 WIB
Bagikan:
Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Marah ke Suporter Persikas Subang, Sebut Tak Masalah Disebut Pemimpin Emosional
Dedi Mulyadi nampak marah kepada suporter Persikas di acara 'Nganjang Ka Warga' pada Rabu malam (28/5/2025).

SUBANG-Dedi Mulyadi menjelaskan alasan dirinya marah kepada suporter Persikas di acara 'Nganjang Ka Warga' pada Rabu malam (28/5/2025). 

Penjelasan itu dia ungkapkan lewat akun Instagram pribadinya, beberapa jam lalu. 

Menurutnya, kejadian itu berlangsung ketika ia tengah berdialog dengan seorang ibu yang hidup dalam kesusahan.

"Saya malam itu marah karena ada sekelompok orang yang tidak memiliki adab dalam hidupnya. Di saat air mata jatuh karena rasa empati pada derita seorang ibu yang memiliki 4 anak dan membiayai mereka hanya dengan memungut botol bekas, tapi anak-anaknya tumbuh dengan baik," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan sang ibu ditinggal oleh suaminya yang menikah lagi dengan perempuan lain. Dalam suasana penuh haru itu, justru muncul kericuhan dari kelompok suporter Persikas.

"Ini berteriak yel-yel untuk menyelamatkan Persikas karena klubnya berpindah tempat dibeli oleh pihak lain. Tentunya sikap ini adalah sikap yang tidak beradab, yang menempatkan sebuah masalah tidak pada tempatnya," lanjut Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menilai aksi tersebut menunjukkan betapa mudahnya seseorang kehilangan empati hanya demi fanatisme sempit. 

Ia menyayangkan orang-orang tersebut terlalu mengedepankan ego dalam membela klub sepak bola, tetapi abai terhadap penderitaan warga di sekitarnya.

"Yang paling penting adalah bahwa hilangnya nalar rasa, hilangnya hati dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya, tetapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi oleh warga di hadapan matanya," ujarnya penuh penekanan.

Dedi juga menyadari tindakan tegasnya malam itu bisa berujung pada penilaian negatif terhadap dirinya. Ia bahkan memprediksi akan disebut sebagai pemimpin yang emosional. 

Namun, ia menegaskan baginya, mendidik rakyat jauh lebih penting daripada sekadar menjaga citra atau elektabilitas.

"Kemarahan saya akan di-framing jadi pemimpin yang emosional dan dibawa ke mana-mana. Bagi saya itu tidak penting. Silakan saja, tapi mendidik rakyat bagi saya jauh lebih penting dari sekadar popularitas dan elektabilitas," pungkas Dedi. 

Diberitakan sebelumnya, suasana hangat dan penuh empati dalam agenda Nganjang Ka Warga di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, mendadak berubah tegang pada Rabu malam (28/5/2025). 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memimpin kegiatan itu, secara tiba-tiba meluapkan kemarahan kepada sekelompok orang di tengah kerumunan yang membentangkan spanduk dan meneriakkan yel-yel dukungan untuk klub sepak bola lokal, Persikas Subang.

"Hei berhenti kamu, ini bukan forum Persikas, ini forum saya. Siapa kamu, turunkan spanduknya, turunkan!" seru Dedi dengan nada tinggi dari atas panggung, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah tempat untuk unjuk rasa sepak bola, tetapi forum dialog dengan warga.

Tak hanya berhenti di situ, Dedi juga menambahkan dengan tajam, "Jangan sok jago di sini kamu. Nggak mikir kamu, ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat, mikir kamu!"

Momen kemarahan Dedi Mulyadi ini dengan cepat menyebar di media sosial, karena acara tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Humas Jabar. Tak sedikit warganet yang menyaksikan langsung perubahan suasana dari penuh haru menjadi panas hanya dalam hitungan detik.(hdi/fsh/ysp)

Berita Terbaru

Mengulik Latar Belakang Peristiwa G30S PKI dan Situasi Politik Indonesia 1965

Mengulik Latar Belakang Peristiwa G30S PKI dan Situasi Politik Indonesia 1965

Nasional1 jam lalu
Andhika Apresiasi Pemanfaatan Penerimaan Pajak untuk Pendidikan, Minta Bantuan Tepat Sasaran

Andhika Apresiasi Pemanfaatan Penerimaan Pajak untuk Pendidikan, Minta Bantuan Tepat Sasaran

Subang1 jam lalu
Andhika Apresiasi Reformasi Rujukan Kesehatan Jabar, Minta Jangan Berhenti di Bandung

Andhika Apresiasi Reformasi Rujukan Kesehatan Jabar, Minta Jangan Berhenti di Bandung

Jawa Barat1 jam lalu
Proyek Pusat Data Berbasis AI Dibangun di Purwakarta, 3 Negara Ini Malah Kompak Menolak

Proyek Pusat Data Berbasis AI Dibangun di Purwakarta, 3 Negara Ini Malah Kompak Menolak

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bukan Sekadar Membaca, Program TPBIS Perpustakaan Subang Dorong Warga Ciptakan Produk UMKM Desa

Bukan Sekadar Membaca, Program TPBIS Perpustakaan Subang Dorong Warga Ciptakan Produk UMKM Desa

Subang2 jam lalu
Percepatan Penyusunan RDTR di Subang Didorong untuk Perkuat Kepastian Tata Ruang dan Perizinan

Percepatan Penyusunan RDTR di Subang Didorong untuk Perkuat Kepastian Tata Ruang dan Perizinan

Headline2 jam lalu
Tunggakan PT LIB ke Persib Tembus Rp9 Miliar, Total Piutang Bisa Sentuh Rp14 Miliar

Tunggakan PT LIB ke Persib Tembus Rp9 Miliar, Total Piutang Bisa Sentuh Rp14 Miliar

Olahraga2 jam lalu
Polda Metro Ungkap Alasan Masinis Jadi Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur

Polda Metro Ungkap Alasan Masinis Jadi Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur

Nasional2 jam lalu
Waspada Kenaikan Kasus ISPA di Subang, Kenali Etika Batuk dan Bersin yang Tepat

Waspada Kenaikan Kasus ISPA di Subang, Kenali Etika Batuk dan Bersin yang Tepat

Lifestyle2 jam lalu
Perkara Dugaan Korupsi MBG Masuk Tahap Penuntutan, Enam Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Perkara Dugaan Korupsi MBG Masuk Tahap Penuntutan, Enam Tersangka Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Nasional3 jam lalu