Alasan Pemain anyar Persib Bandung Dion Markx Pilih Nomor Punggung 44, Gabungan Nomor Klub dan Timnas

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemain anyar Persib Bandung, Dion Markx, akhirnya mengungkap alasan di balik pemilihan nomor punggung 44 yang kini melekat di seragamnya bersama tim asuhan Bojan Hodak.
Bek muda berusia 20 tahun tersebut menjelaskan bahwa angka 44 merupakan hasil penggabungan dua nomor penting dalam perjalanan kariernya. Nomor 25 yang ia kenakan saat debut bersama klub Belanda TOP Oss, serta nomor 19 yang dipakainya ketika pertama kali membela tim nasional kelompok umur Indonesia.
“Saat debut di klub sebelumnya saya pakai 25, dan debut di timnas Indonesia saya pakai 19. Keduanya digabung, jadi 44,” ujar Dion dikutip dari laman resmi Persib, Rabu.
Dion menilai nomor 44 tetap merepresentasikan identitasnya sebagai pemain bertahan. Ia mengaku sebenarnya menyukai nomor 4, yang lazim digunakan pemain belakang. Namun, nomor tersebut sudah lebih dulu dikenakan oleh Julio Cesar.
“Nomor 4 itu biasanya bertahan, dan begitu juga dalam sistem pertahanan. Saya lihat 44 kosong dan saya tanpa ragu memilihnya,” kata pemain kelahiran Nijmegen, Belanda tersebut.
Berdasarkan data Transfermarkt, nomor 44 menjadi nomor punggung kesembilan yang dikenakan Dion sepanjang kariernya, setelah sebelumnya memakai nomor 2, 3, 4, 5, 6, 18, 19, dan 25.
Persib Bandung mengontrak Dion Markx selama 2,5 tahun untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Hamra Hehanusa, yang dipinjamkan ke Persik Kediri. Dion pun sudah mengikuti sesi latihan bersama skuad Maung Bandung sejak pekan ini.
Saat ini, Dion tengah berpacu dengan waktu untuk mencapai kondisi terbaiknya agar bisa segera menjalani debut, kemungkinan saat Persib menjamu Malut United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Jumat mendatang pukul 19.00 WIB.
Persib Bandung sendiri tengah berada di puncak klasemen Super League dengan koleksi 44 poin dari 19 pertandingan, unggul satu poin dari Borneo FC di posisi kedua dan tiga poin atas Persija Jakarta yang menempati peringkat ketiga
