Membangun Pemuda Menguatkan Masa Depan Subang

Oleh:
Iin Inderawati, S.sos.,M.Si
(Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Subang)
Pemuda adalah aset strategis bangsa yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional, keberadaan pemuda tidak dapat dipungkiri bagaikan dua sisi mata uang yaitu dapat menjadi potensi namun juga dapat menjadi tantangan bagi pembangunan.
Apabila dapat dikelola dengan baik maka potensi tersebut dapat menjadi salah satu modal dasar Pembangunan untuk kemajuan bangsa, sekaligus dapat meleburkan tantangan tersebut. Pemuda merupakan aktor dalam pembangunan dengan fisiknya yang kuat, pengetahuan yang inovatif serta kreativitasnya yang tinggi.
Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas para generasi muda yang merupakan ujung tombak kemajuan dan pembangunan bangsa. Berdasarkan UU NO 40 tahun 2009 Tentang Kepemudaan bahwa yang dimaksud Pemuda Adalah warga negara dengan usia 16 s.d 30 tahun.
Pemuda selalu menjadi motor perubahan dalam setiap fase pembangunan bangsa. Di Kabupaten Subang, peran pemuda semakin strategis seiring dengan berkembangnya potensi daerah di berbagai sektor — mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian modern, hingga digitalisasi pelayanan publik. Namun, di balik besarnya potensi tersebut, masih banyak tantangan yang harus dihadapi agar pemuda Subang benar-benar menjadi penggerak kemajuan daerah.
Dengan bonus demografi dimana kondisi jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Fenomena ini menjadi peluang emas bagi percepatan pembangunan jika sumber daya manusia (SDM) muda mampu dikelola dengan baik.
Dari bonus demografi ini bisa digambarkan potret Pemuda kabupaten Subang berdasarkan data Disdukcapil Kabupaten Subang ( semester 1 th 2025):
• Jumlah penduduk: sekitar 1.677.628 juta jiwa.
• Kelompok usia muda (16 – 30 tahun): ± 761.764 jiwa atau sekitar 45,4 % dari total penduduk.
• Komposisi menurut kelompok umur:
o Usia 16 – 20 tahun: ± 230,264 jiwa
o Usia 21 – 25 tahun: ± 270,960 jiwa
o Usia 26 – 30 tahun: ± 260,540 jiwa
Dengan proporsi tersebut, Kabupaten Subang memiliki struktur penduduk muda yang kuat hampir sepertiga penduduk Kabupaten Subang ini berusia Pemuda. Ini merupakan aset penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan ekonomi dan sosial daerah.
Kondisi Pendidikan Pemuda
Dari data BPS 2024, menunjukan tingkat pendidikan penduduk kabupaten Subang :
• Tamat SMA/sederajat: ±16–17%
• Tamat SMP: ±14–15%
• Tamat SD: ±23–24%
• Tamat Perguruan Tinggi (D3/S1/S2): ±3,5%
• Belum/tidak sekolah: ±28%
Sehingga data tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas pemuda Subang berpendidikan menengah, namun proporsi lulusan perguruan tinggi masih relatif rendah. Artinya, kesiapan SDM muda menghadapi pasar kerja modern masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan vokasi, kursus keterampilan, dan peningkatan literasi digital.
Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di kisaran 6 – 9% (periode 2023–2024). Sektor-sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah: Pertanian, kehutanan, dan perikanan, Industri pengolahan dan manufaktur, Perdagangan besar dan eceran sertra Jasa akomodasi dan pariwisata.
Namun demikian, tantangan utama terletak pada mismatch antara keterampilan tenaga kerja muda dan kebutuhan industri modern. Banyak pemuda Subang masih bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang fluktuatif, atau belum memiliki keterampilan spesifik sesuai perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Dari gambaran data di atas jelas terlihat bahwa kondisi pemuda kabupaten Subang yang sangat kuat dan memerlukan fokus pembangunan yang luar biasa.
Membangun pemuda tidaklah mudah dan tidak seperti membangun infrastruktur yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, bangsa dan negara ketika selesai di bangun, tetapi membangun pemuda adalah membangun yang tidak akan ada waktu penyelesaiannya, dan hasilnya baru akan terasa ketika kita benar – benar membangun pemuda itu di 5 tahun yang akan datang.
Membangun pemuda bukan pekerjaan sesaat — ia adalah investasi jangka panjang bangsa.
Hal tersebut sejalan dengan Indeks Pembangunan Pemuda yang menggambarkan kondisi pemuda yang memiliki individu yang berkualitas agar dapat memiliki penghidupan dari pekerjaan yang layak, sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan yang dalam prosesnya melibatkan seluruh pemuda secara inklusif dan setara.
Untuk mendapatkan indeks Pembangunan pemuda yang baik maka pemuda harus dibangun dari sisi Pendidikan dan Pelatihan Pemuda, Kesehatan Pemuda, KetenagaKerjaan layak Pemuda, Partisipasi dan Kepemimpinan Pemuda, serta Insklusivitas dan kesetaraan Gender Pemuda.
Dengan jumlah usia produktif yang tinggi, kabupaten Subang sesungguhnya sedang berada dalam fase puncak bonus demografi. Peluang ini bisa menjadi momentum emas apabila:
1. Pemuda diarahkan untuk menjadi SDM unggul, melalui pendidikan berkualitas dan pelatihan berbasis kebutuhan industri.
2. Lapangan kerja baru tercipta melalui investasi sektor industri, pariwisata, dan pertanian modern.
3. Kewirausahaan muda tumbuh pesat, menciptakan nilai tambah lokal dan menekan angka pengangguran.
4. Gerakan sosial dan kreativitas pemuda diarahkan pada inovasi sosial, lingkungan, dan ekonomi kreatif.
5. Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Tantangan yang ada bukanlah hambatan, melainkan batu loncatan untuk tumbuh dan berdaya. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan komunitas, pemuda Subang dapat menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Kuncinya adalah membangun ekosistem kepemudaan yang kuat : pembinaan berkelanjutan, pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan usaha, serta ruang aktualisasi diri yang luas.
Sebagaimana pepatah mengatakan, “Masa depan bangsa ada di tangan pemuda.” Maka masa depan Subang sejatinya berada di tangan generasi mudanya hari ini.
Membangun pemuda berarti membangun masa depan bangsa. Maka, konsistensi dalam kebijakan, kesinambungan dalam program, dan keteguhan dalam komitmen adalah kunci menuju keberhasilan itu.(*)
