Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 di Tingkat Kabupaten Subang

Mengakhiri Polusi Plastik – Subang Ngabret untuk Bumi bersih dan lestari
Para pejuang lingkungan,
para tokoh masyarakat, pemuda-pemudi pelindung alam, kita tidak sekadar memperingati,
tetapi merenungi…
merenungi betapa bumi telah memberi,
sementara kita, kadang lupa membalas dengan menjaga.
Plastik—
ia diciptakan sebagai kemudahan,
namun terlalu lama ia menjadi beban.
Bersemayam di sungai kita,
menyumbat saluran kehidupan,
menyakitkan ibu bumi yang selama ini
menampung langkah-langkah kita tanpa pamrih.
Namun Subang tidak diam.
Subang bangkit.
Subang Ngabret—bergerak cepat,
tidak hanya dalam membangun jalan dan jembatan,
tetapi membangun kesadaran,
dari rumah ke rumah,
dari kampung ke kota.
Ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah menanam pohon,
merawat mangrove,
memungut sampah tanpa menunggu diperintah.
Kepada adik-adik yang belajar memilah sejak dini,
kepada ibu-ibu yang membawa tas belanja kain
tanpa harus disuruh berkali-kali.
Kepada kalian semua,
yang diam-diam mencintai bumi ini
tanpa berharap pujian atau penghargaan,
saya ucapkan:
Kalian adalah pahlawan.
Karena menjaga lingkungan bukan tugas satu hari,
tetapi laku hidup sepanjang hayat.
Dan Subang—tanah yang kita pijak ini—
tidak akan benar-benar maju
jika kita membiarkan bumi yang lelah
berteriak dalam diamnya.
Mari kita akhiri polusi plastik,
bukan karena dunia memaksa,
tapi karena hati kita telah tersentuh
oleh cinta yang sejati:
cinta pada alam,
cinta pada kehidupan,
cinta pada anak-cucu yang akan mewarisi bumi ini.
Mari kita rawat bumi bukan hanya hari ini,
tetapi setiap hari.
Bukan dengan seremonial,
tapi dengan langkah konkret.
Bukan sekadar proyek,
tapi peradaban baru.
Wujud dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Subang dalam pengelolaan sampah sengan diterbitkanya intruksi bupati nomor 3 tahun 2025 tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat di desa dan kelurahan juga seiring dengan kebijakan yang diterbitkan itu gerak langkah komunitas pegiat lingkungan terus melakukan upaya kebersihan lingkungan di sungai, pantai, bahu jalan, tempat ibadah, gunung dan beberapa tempat adanya tumpukan sampah yang secara liar tempat pembuangan sampah.
Sedikit demi sedikit tapi pasti mulai ada kolaborasi antara komunitas pegiat lingkungan, pemerintah, dunia usaha, bumn/bumd/swasta dan media/jurnalis yang selalu menhertai dalam setiap kegiatan.
Upaya kecil yang dilakukan secara terus menerus dan secara bersama sama berharap ada perubahanbesar dalam menjaga lingkungan.
Sampah bjsa terkelola dengan baik dan penghijauan lingkungan menghasilkan alam yang kaya akaan biodiversity.
Mari kita jadikan peringatan hlh 2025 di kabupaten subang sebagai momentum introspeksi diri dalam peradaban dunia dan terus bergerak dalam mewujudkan subang bersih dan lestari melalui semangat ngabret.
Salam bersih, salam lestari!
Cece Rahman
Pengendali Dampak Lingkungan DLH Subang
