Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

PHK Massal, Efisiensi Industri dengan Hak-Hak Pekerja

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:15 WIB
Bagikan:
PHK Massal, Efisiensi Industri dengan Hak-Hak Pekerja
Dosen Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Oleh: Riska Wirawan

Dosen Prodi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta

PASUNDANEKSPRES.ID - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menjadi isu serius dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia. Seiring dengan perubahan ekonomi global, digitalisasi, serta tuntutan efisiensi industri, banyak perusahaan mengambil jalan PHK sebagai solusi instan. Namun, kebijakan efisiensi ini seringkali menimbulkan dilema antara keberlangsungan usaha dan pemenuhan hak-hak pekerja.

PHK dan Efisiensi Industri

Bagi kalangan pengusaha, PHK kerap dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Dengan mengurangi beban biaya tenaga kerja, industri berharap dapat tetap bertahan dalam persaingan global yang semakin ketat. Namun, praktik ini menyisakan luka mendalam bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Hak-Hak Pekerja dalam Arus Efisiensi

Konstitusi Indonesia dan Undang-Undang Ketenagakerjaan menegaskan bahwa pekerja berhak mendapatkan perlindungan, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi PHK. Hak-hak tersebut mencakup pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan kompensasi lain sesuai regulasi. Sayangnya, tidak semua perusahaan menjalankan kewajiban ini secara adil. Tidak jarang terjadi perselisihan hubungan industrial yang akhirnya berujung pada demonstrasi atau jalur hukum.

Peran Negara dalam Menjaga Keseimbangan

Negara tidak bisa hanya menjadi penonton dalam fenomena PHK massal. Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan efisiensi industri dan perlindungan hak pekerja. Beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:

1. Memperkuat regulasi dan pengawasan agar hak pekerja tidak diabaikan dalam proses PHK.

2. Menyediakan program jaminan sosial dan bantuan sementara bagi pekerja yang terdampak.

3. Mendorong pelatihan ulang (*reskilling* dan *upskilling*) agar pekerja dapat beradaptasi dengan kebutuhan industri baru.

4. Membuka ruang dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk mencari solusi terbaik.

Kesimpulan

PHK massal memang sering kali tidak terhindarkan dalam dinamika industri modern. Namun, efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan hak-hak pekerja. Keberlanjutan industri justru akan lebih kuat jika dibangun di atas keadilan dan penghormatan terhadap martabat tenaga kerja. Negara, pengusaha, dan serikat pekerja harus bersama-sama mencari titik temu agar kesejahteraan pekerja tetap terjaga, sekaligus mendukung daya saing industri di era global.

TentangPenulis:

Riska Wirawan adalahpengamatisu social di masyarakat dan kebijakan public dan dosen Program Studi AdministrasiNegara FakultasIlmuSosial dan IlmuPolitik Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Aktifmenulisterhadapisu social dan kebijakan public di media nasional

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle49 menit lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle1 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle3 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional4 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang5 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle5 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle5 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional6 jam lalu