Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pojokan 251: Mental Instan

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|13:45 WIB
Bagikan:
Pojokan 251: Mental Instan
Kang Marbawi.

Punya imaginasi itu penting. Sepenting udara yang kita hirup. Kalau hidup tanpa imaginasi, hambar hidup ini. Seperti sayur tanpa garam. “Asrep”, kata orang. Konon dari imaginasi lahirlah produk yang memanjakan manusia dan membuat ketagihan. Hasil imaginasi manusia yang dikemas dengan modern dan stylish ini, melahirkan budaya global dalam; film, food, fashion, financial, fun, faith. Termasuk industri musik (sing), sex, sport, smoke dan yang tercanggih adalah AI -artificial intelegent. Singkat kata, hasil imaginasi manusia, menjadikan hidup lebih berwarna, seperti pelangi dan mudah ala lampu Aladin. 

Kita pun tak kalah keren punya imaginasi. Sebut saja imaginasi ingin cepat kaya tanpa usaha dan kerja keras, jadi terkenal dan segala hal yang hebat-hebat lainnya. Menariknya, untuk mewujudkan imaginasi tersebut, kebanyakan dari kita “ogah” bersusah payah.  

Orang lain, imaginasi nya menghasilkan hal produktif dan bermanfaat, walau kadang melahirkan adiksi dan residu sosial. Nah kebanyakan kita untuk mewujudkan imaginasi itu dilakukan dengan cara instan. Melahirkan manusia bermental kopi sachet/mie instan, mental instan. Penghayal berat.

Manusia yang bertudung mental instan biasanya tak mau susah payah dalam menginginkan sesuatu. Maunya cepat, “ngga” mau cape, apa pun dilakukan -menghalalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Hiasan orang yang berselendang mental instan itu, mengabaikan moralitas, adab, sopan-santun, etika, norma atau nilai-nilai. Bahnkan tak tahu malu. Semua angus dan larung dalam arus deras syahwat hedonis. Mengerikan!

Orang dengan topi mental instans, memang berani melakukan apa saja, tanpa perhitungan. Jalan pintas menjadi hobinya. Psikologi pikiran instan itu yang dilihat adalah kesenangan yang akan diraih. Sehingga menumpulkan nalar kritis. Mudah tergoda iklan yang menawarkan kekayaan, keuntungan dengan cepat. 

Coba saja lihat korban pinjol (pinjaman online), judol (judi on line) atau investasi bodong, bisa jadi disebabkan karena mereka berteduh di bawah duli mental instan. Seolah, hayalan cepat kaya dan hedonis ini adalah kanopi indah dalam hidup. Jika berada di bawah payung hayalan instan, seolah semuanya akan mudah, enak, indah dan segala keinginan terwujud dengan cepat dan mudah, tanpa kerja keras.

Dan hasil memancing dari mental penghayal, tak kurang Rp. 1.200 triliun yang diraup bandar judol tahun 2025 ini. Begitu kata Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Ivan Yustiavandana. 

Angka itu dikail dari 8,8 juta penduduk Indonesia yang didominasi dari kelas ekonomi menengah ke bawah. 97 ribu di antaranya adalah anggota TNI-Polri, 1,9 juta pekerja swasta, dan tercatat 80 ribu berusia di bawah 10 tahun. Tidak hanya itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal atau bodong mencapai Rp139,67 triliun sepanjang 2017 hingga 2023.

Mirisnya, dari 8,8 juta, korban judol, pinjol atau investasi bodong, ada orang-orang dekat kita. Kita lebih takut pada imaginasi kita dari pada kenyataan yang harus dihadapi dan diperjuangkan. Laku kita dituntun oleh hayalan hedon kita tentang sesuatu, bukan atas dasar imaginasi kreatif berbasis moral dan kebutuhan faktual. Laku kita bukan didasarkan pada apa yang kita butuhkan, tapi bertumpu pada nafsu "apa yang aku inginkan. Keinginan yang dimantrai oleh iklan yang menawarkan surga hedon, glamour, viral dan kekuasaan yang memabukkan. Kadang, kita pun jadi korban dari hayalan kita sendiri.  (Kang Marbawi, 070525)

Berita Terbaru

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline3 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta3 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle5 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle6 jam lalu
ADVERTISEMENT
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional7 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle7 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline7 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline8 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle9 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle9 jam lalu