Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Model Knalpot di Bawah Jok Undertail Mulai di Tinggalkan?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|20:15 WIB
Bagikan:
Kenapa Model Knalpot di Bawah Jok Undertail Mulai di Tinggalkan?
Kenapa Model Knalpot di Bawah Jok Undertail Mulai di Tinggalkan?

PASUNDAN EKSPRES- Dalam dunia sepeda motor, terdapat satu fitur yang telah lama menjadi ikonik di kalangan penggemar motor besar, yaitu sistem knalpot undertail.

Fitur ini, yang ditempatkan di bagian bawah belakang sepeda motor, telah menarik perhatian dengan desainnya yang unik dan aerodinamis.

Namun, seiring berjalannya waktu, fenomena knalpot undertail tampaknya mengalami penurunan popularitas yang signifikan.

Asal Usul dan Popularitas Awal

Sistem knalpot undertail pertama kali muncul pada tahun 1970-an, saat produsen sepeda motor mulai bereksperimen dengan penempatan knalpot di bagian belakang sepeda motor, terutama untuk meningkatkan daya torsi tanpa mengganggu knalpot itu sendiri.

Suzuki adalah salah satu pionir dalam eksperimen ini, dan berhasil menciptakan tolak ukur bagi motor lainnya yang ingin mengadopsi konsep serupa.

Namun, popularitas sejati knalpot undertail mencapai puncaknya pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, terutama di antara produsen motor besar seperti Ducati, Honda, Kawasaki, dan Yamaha.

Motor-motor ikonik seperti Honda CBR 600 dan Ducati 916 menjadi simbol dari keunggulan desain dan kinerja.

Penurunan Popularitas

Namun, beberapa faktor telah menyebabkan penurunan popularitas knalpot undertail dalam beberapa tahun terakhir.

Regulasi Emisi yang Ketat: Seiring dengan peningkatan kesadaran akan lingkungan, regulasi emisi menjadi lebih ketat di seluruh dunia.

Hal ini membuat produsen sepeda motor kesulitan untuk memenuhi persyaratan emisi dengan sistem knalpot undertail yang cenderung sulit untuk menampung kontrol emisi yang diperlukan.

1. Manajemen Panas yang Kurang Efisien

Knalpot undertail cenderung menempatkan panas yang dihasilkan oleh gas buang terlalu dekat dengan komponen sensitif lainnya di bagian belakang sepeda motor.

Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti overheating dan ketidaknyamanan bagi pengendara.

2. Trend Desain yang Berubah

Selera konsumen terus berkembang, dan produsen sepeda motor mulai menjelajahi desain baru yang lebih minimalis dan futuristik.

Knalpot yang terletak di samping atau di bawah sepeda motor memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menciptakan tampilan visual yang menarik.

3. Transisi ke Konfigurasi Alternatif

Sebagai respons terhadap penurunan popularitas knalpot undertail, produsen sepeda motor mulai beralih ke konfigurasi knalpot alternatif yang menawarkan manajemen panas yang lebih baik dan lebih mudah untuk dimodifikasi.

Konfigurasi ini juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pengendara untuk mempersonalisasi sepeda motor mereka sesuai dengan preferensi individu.

Meskipun knalpot undertail telah lama menduduki posisi penting dalam desain sepeda motor, penurunan popularitasnya menunjukkan evolusi yang lebih luas dalam industri ini.

Produsen sepeda motor terus berusaha memenuhi tuntutan pasar yang berubah dan menciptakan solusi yang lebih praktis dan serba guna.

Dengan demikian, konfigurasi knalpot yang lebih modern dan dapat disesuaikan menjadi pilihan yang lebih menarik bagi pengendara masa kini.

Dengan mengikuti tren ini, produsen sepeda motor dapat terus menghadirkan inovasi yang relevan dan memenuhi kebutuhan pengendara yang semakin beragam.

Berita Terbaru

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional8 menit lalu
Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Nasional12 menit lalu
Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Olahraga36 menit lalu
Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Subang46 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Subang52 menit lalu
Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Subang1 jam lalu
Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Subang1 jam lalu
Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Nasional1 jam lalu
Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional1 jam lalu
Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Lifestyle2 jam lalu