Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Angin Kencang Terjang Purwakarta, Puluhan Rumah Warga di Campaka Rusak

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:30 WIB
Bagikan:
Angin Kencang Terjang Purwakarta, Puluhan Rumah Warga di Campaka Rusak
Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan puluhan bangunan warga di Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta rusak, Rabu (31/12/2025) sore.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Puluhan rumah warga di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (31/12/2025) sore.

Tercatat sebanyak 29 bangunan di dua desa ikut terdampak, masing-masing 22 bangunan di Desa Cisaat dan tujuh rumah di Desa Cimahi. Selain rumah warga, kandang ternak sapi dan penggilingan padi juga ikut terdampak.

Ketua RT 12/RW 04 Kampung/Desa Cisaat, Kecamatan Campaka, Nersi mengatakan, angin kencang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Datangnya angin disertai suara gemuruh dan membuat warga panik. Ia pun menduga angin kencang tersebut merupakan angin puting beliung.

"Awalnya terdengar angin gemuruh, tiba-tiba ramai warga bilang ada rumah yang kena angin puting beliung. Pas dilihat, ternyata banyak rumah yang roboh, ada yang rusak ringan ada juga yang rusak berat," kata Nersi kepada wartawan Pasundan Ekspres di lokasi, Kamis (1/1/2026).

Dari 22 bangunan yang terdampak di Desa Cisaat, sebagian besar mengalami kerusakan berat. Kerusakan didominasi atap rumah yang beterbangan hingga ambruk ke tanah. Sementara kerusakan ringan umumnya berupa genteng yang terlepas dan rusak.

"Yang rusak berat itu atapnya ambruk, ada juga yang langsung jatuh ke tanah. Kalau yang ringan, genteng-gentengnya beterbangan," ujarnya.

Selain rumah warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang, serta merusak kandang ternak dan gilingan padi milik warga. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

"Alhamdulillah tidak ada korban, baik jiwa maupun luka," ucap Nersi menambahkan.

Saat kejadian, kata dia, sebagian besar warga berada di rumah karena aktivitas di sawah telah usai menjelang hujan. Bahkan, ada warga yang sempat terjebak di dalam rumah karena kuatnya dorongan angin.

"Ada warga yang mau keluar tapi enggak bisa karena angin ngedorong ke dalam, jadi sempat kejebak di rumah," katanya.

Usai kejadian, Nersi menyebutkan, warga langsung melakukan gotong royong memperbaiki rumah masing-masing, terutama bagian atap, karena hujan gerimis masih turun dan air mulai masuk ke dalam rumah.

Warga yang sempat mengungsi sementara juga, kata dia, kini telah kembali ke rumahnya.

"Sebagian ngungsi, sebagian langsung dibetulin atapnya. Sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Nersi.

Salah seorang warga, Royo Sukandi (53), mengaku sempat merasa ketakutan saat hujan deras dan angin kencang datang secara mendadak.

"Anginnya besar sekali, semua orang takut. Yang di luar langsung cari tempat teduh," ucapnya.

Hingga Kamis (1/1/2026) pagi, berdasarkan pantauan di lokasi, warga masih melakukan perbaikan mandiri sambil menunggu bantuan lebih lanjut.(add/sep)

Berita Terbaru

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional7 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline11 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional24 menit lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang28 menit lalu
ADVERTISEMENT
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang32 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang57 menit lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional57 menit lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu
Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Headline1 jam lalu