Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

A
Adam SumartoEditor: Asep
|05:44 WIB
Bagikan:
Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis
TANAH RETAK: Kondisi Situ Buleud Purwakarta, yang airnya menyusut drastis akibat musim kemarau panjang. Sejumlah bagian dasar danau tanahnya tampak retak, sementara burung kuntul terlihat mencari makan di genangan air yang tersisa dan mematuk sisa-sisa ikan. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

Hanya Tersisa Genangan di Beberapa Titik 

PURWAKARTA-Pemandangan berbeda tampak di Situ Buleud Purwakarta. Terlihat hamparan tanah kering yang retak, genangan air yang terpisah-pisah, hingga burung kuntul yang sibuk mencari makan di antara sisa perairan, Kamis (22/10/2026). Kemarau panjang membuat permukaan air danau buatan yang menjadi salah satu ikon wisata kebanggaan masyarakat Purwakarta itu menyusut drastis dalam beberapa minggu terakhir.

Berdasarkan pantauan di lokasi, air Situ Buleud terlihat jauh dari bibir tanggul. Sejumlah bagian dasar danau yang sebelumnya terendam kini terbuka, memperlihatkan hamparan tanah kering dengan retakan di beberapa titik.
Air yang tersisa hanya menggenang di sejumlah cekungan. Genangan tersebut tampak terpisah satu sama lain, sementara bentangan tanah di sekitarnya semakin memperlihatkan dampak berkurangnya pasokan air akibat kemarau berkepanjangan.

Di tengah kondisi tersebut, burung-burung kuntul masih terlihat berterbangan. Beberapa di antaranya turun ke genangan dangkal untuk mencari makan, termasuk mematuk sisa-sisa ikan yang masih bertahan di perairan yang semakin menyempit.

Pemandangan ini menjadi gambaran perubahan kondisi Situ Buleud yang selama ini dikenal sebagai ruang publik sekaligus destinasi rekreasi warga. Saat surutnya air tidak hanya mengubah wajah kawasan wisata, tetapi juga menimbulkan perhatian terhadap kondisi ekosistem perairan dan keberlangsungan ikan di dalamnya.

Dampak berkurangnya air di Situ Buleud juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan operasional pertunjukan Air Mancur Sri Baduga yang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Purwakarta.

Bagian pompa yang digunakan untuk mendukung pertunjukan air mancur terlihat akibat menyusutnya permukaan air. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan peralatan apabila pasokan air tidak mencukupi untuk mendukung operasionalnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Aep Durohman mengatakan, kondisi kekeringan di kawasan Taman Air Mancur Sri Baduga dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Akibatnya, ketersediaan air mengalami penurunan, padahal air merupakan komponen utama untuk mendukung operasional pertunjukan tersebut. "Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena air merupakan komponen utama dalam mendukung operasional pertunjukan Air Mancur Sri Baduga sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Purwakarta," kata Aep saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, kekurangan air tidak serta-merta menyebabkan pipa-pipa pertunjukan mengalami kerusakan, namun, kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja sistem apabila peralatan, khususnya pompa, tetap dioperasikan ketika pasokan air tidak mencukupi.

Karena itu, lanjut dia, pemeriksaan dan pemeliharaan instalasi secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan tetap aman dan berfungsi dengan baik.

Menurut Aep, apabila ketersediaan air belum memenuhi kebutuhan operasional, pelaksanaan pertunjukan perlu disesuaikan dengan kondisi teknis yang ada. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kerusakan yang lebih serius sekaligus menjaga keberlangsungan operasional fasilitas wisata itu pada masa mendatang.
Di sisi lain, penyusutan air Situ Buleud berpotensi memengaruhi aktivitas pariwisata, terutama pada akhir pekan ketika masyarakat biasanya datang untuk menikmati kawasan tersebut.

Aep mengakui, pertunjukan Air Mancur Sri Baduga selama ini menjadi salah satu daya tarik utama yang mendorong wisatawan berkunjung ke Purwakarta. Apabila operasional pertunjukan harus disesuaikan akibat keterbatasan air, dampaknya berpotensi meluas ke aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan, menjadi bagian dari sektor yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, Aep menilai kawasan Situ Buleud masih memiliki potensi untuk menarik pengunjung melalui beragam aktivitas rekreasi, wisata kuliner, dan kegiatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah, kata Aep, juga terus mempromosikan destinasi wisata lain di Kabupaten Purwakarta sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.

Ia berharap pemeliharaan fasilitas dan kolaborasi berbagai pihak dapat menjaga kondisi Taman Air Mancur Sri Baduga agar kembali beroperasi secara optimal ketika ketersediaan air telah memenuhi persyaratan teknis.(add/sep)

Berita Terbaru

Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

Purwakarta47 menit lalu
Refleksi Hari Santri Nasional, KH. Anwar Nasihin: Masa Depan Bangsa Tergantung SDM Santri

Refleksi Hari Santri Nasional, KH. Anwar Nasihin: Masa Depan Bangsa Tergantung SDM Santri

Purwakarta49 menit lalu
Salurkan Air Bersih, FIFGROUP dan Kodim Kirim Dua Water Tank ke Nagri Tengah dan Sindangkasih

Salurkan Air Bersih, FIFGROUP dan Kodim Kirim Dua Water Tank ke Nagri Tengah dan Sindangkasih

Purwakarta51 menit lalu
Momen Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Menabung Haji Sejak Dini, Melalui Program Goes To School

Momen Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Menabung Haji Sejak Dini, Melalui Program Goes To School

Purwakarta54 menit lalu
ADVERTISEMENT
Dampingi Audit, Kemenag Subang Perkuat Tata Kelola Madrasah yang Akuntabel

Dampingi Audit, Kemenag Subang Perkuat Tata Kelola Madrasah yang Akuntabel

Subang55 menit lalu
Meriah dengan Sisingaan dan Kereta Kencana, SAE Wedding Organizer Rayakan Satu Dekade

Meriah dengan Sisingaan dan Kereta Kencana, SAE Wedding Organizer Rayakan Satu Dekade

Subang57 menit lalu
Hari Santri Nasional 2026, Ketua F-PKB DPRD Subang Zaenal Mutaqin Dorong Pembentukan Dewan Pesantren

Hari Santri Nasional 2026, Ketua F-PKB DPRD Subang Zaenal Mutaqin Dorong Pembentukan Dewan Pesantren

Subang1 jam lalu
Alhamdulillah, Hasil Zakat Warga Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor di Pagaden

Alhamdulillah, Hasil Zakat Warga Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor di Pagaden

Subang8 jam lalu
Distrik Viking Ganas Kunjungi Sub dan Kowil Subang Selatan, Tekankan KTA dan Ketertiban

Distrik Viking Ganas Kunjungi Sub dan Kowil Subang Selatan, Tekankan KTA dan Ketertiban

Headline8 jam lalu
Satpol PP Subang Dampingi KPPBC Purwakarta Sisir Peredaran Rokok Ilegal

Satpol PP Subang Dampingi KPPBC Purwakarta Sisir Peredaran Rokok Ilegal

Headline8 jam lalu