Disdik Purwakarta Pastikan Kebijakan Pendidikan Berdampak bagi Peserta Didik

PURWAKARTA-Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Purwakarta, Dede Supendi, menegaskan bahwa Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum dan Wakasek Kesiswaan merupakan unsur strategis dalam memastikan kebijakan pendidikan diterjemahkan menjadi praktik pengelolaan sekolah yang efektif, terarah, dan berdampak bagi peserta didik.
Hal ini disampaikan Dede pada saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Wakasek Bidang Kurikulum dan Wakasek Bidang Kesiswaan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Purwakarta, belum lama ini.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 1 Purwakarta ini dibagi menjadi dua sesi untuk mengoptimalkan koordinasi serta pembahasan sesuai bidang tugas masing-masing. Sesi pagi diikuti oleh para Wakasek Bidang Kurikulum, sedangkan sesi siang diikuti oleh para Wakasek Bidang Kesiswaan.
Bangun Komunikasi Disdik Purwakarta dan Satuan Pendidikan
Pembagian sesi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terarah antara Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah serta pelaksanaan program pendidikan di jenjang SMP.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya koordinasi, penyamaan persepsi, serta penguatan peran wakil kepala sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. "Pengelolaan pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan di tingkat dinas atau kepemimpinan kepala sekolah, melainkan diperlukan kerja kolaboratif seluruh unsur sekolah, termasuk wakil kepala sekolah bidang kurikulum maupun kesiswaan," kata Dede.
Keduanya, sambung Dede, memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan berkualitas sekaligus membentuk peserta didik yang berkarakter, berdisiplin, dan bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa bidang kurikulum memiliki tanggung jawab penting dalam mengawal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran agar selaras dengan kebijakan pendidikan serta kebutuhan belajar peserta didik. "Kurikulum hendaknya tidak dipandang semata-mata sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai pedoman untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan berorientasi pada perkembangan kompetensi peserta didik," ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, bidang kesiswaan memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Pembinaan kesiswaan perlu diarahkan tidak hanya pada kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga pada penguatan karakter, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, penghargaan terhadap keberagaman, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Pembelajaran yang baik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Sekolah tidak hanya bertugas mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan integritas, kepedulian, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Karena itu, pengelolaan kurikulum dan pembinaan kesiswaan harus saling terhubung, bukan berjalan sendiri-sendiri," ucapnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar koordinasi antarpengelola sekolah dilaksanakan secara berkelanjutan dan berorientasi pada pemecahan masalah. Setiap satuan pendidikan perlu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, menetapkan prioritas perbaikan, melaksanakan program secara konsisten, serta melakukan evaluasi berdasarkan bukti dan kebutuhan nyata di sekolah.
Menurutnya, rapat koordinasi juga harus menjadi ruang berbagi praktik baik dan membangun kesepahaman dalam menghadapi dinamika pendidikan. Melalui komunikasi yang terbuka antara Disdik dan satuan pendidikan, berbagai persoalan dalam pelaksanaan kurikulum maupun pembinaan peserta didik diharapkan dapat ditangani secara lebih terukur dan kolaboratif. "Jangan sampai koordinasi berhenti pada pertemuan dan penyampaian informasi. Hasil rakor harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di sekolah, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan dievaluasi secara berkala. Keberhasilan program pendidikan pada akhirnya harus terlihat dari meningkatnya kualitas pembelajaran, membaiknya iklim sekolah, dan berkembangnya karakter positif peserta didik," katanya tegas.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta berharap para wakil kepala sekolah dapat semakin memperkuat sinergi dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun tata kelola sekolah yang adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta konsisten dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.(add/sep)
