Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Masuk Musim Kemarau, Perum Jasa Tirta II Pastikan Air untuk Petani Tetap Mengalir

A
Adam SumartoEditor: Asep
|09:10 WIB
Bagikan:
Masuk Musim Kemarau, Perum Jasa Tirta II Pastikan Air untuk Petani Tetap Mengalir
KESIAPSIAGAAN PENUH: PJT II memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga keandalan layanan distribusi air irigasi menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026 ini. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PASUNDANESKPRES.ID - Perum Jasa Tirta II memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga keandalan layanan distribusi air irigasi menjelang musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026 ini.

Langkah ini diawali dengan inventarisasi berbagai tantangan di sejumlah unit wilayah kerja, mulai dari permasalahan sedimentasi, gangguan pada sistem suplesi, hingga potensi kerusakan bendung. Dengan demikian, tindakan perbaikan maupun langkah preventif dapat segera dilakukan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi air irigasi selama musim kemarau, mengingat air merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung keberlangsungan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan air untuk Daerah Irigasi Jatiluhur yang memiliki cakupan layanan seluas ±503.713,80 hektare.

Menurut Imam, ketersediaan air di Waduk Ir. H. Djuanda dipastikan dalam kondisi mencukupi hingga akhir 2026. "Kami terus memantau hidrologi secara intensif, pengelolaan distribusi air secara terukur, serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kekeringan di sejumlah wilayah layanan," kata Imam melalui rilisnya, Selasa (19/5/2026).

Sebagai perusahaan pengelola sumber daya air, sambungnya, penanganan kekeringan menjadi salah satu prioritas operasional yang kami lakukan melalui langkah-langkah preventif sejak dini.

Di lapangan, kata Imam, berbagai langkah mitigasi telah dilakukan, antara lain melalui pengaturan operasional pintu air pada saluran sekunder terdampak serta penerapan pola distribusi air secara gilir-giring guna menjaga pemerataan layanan bagi para petani.

Upaya tersebut diperkuat dengan optimalisasi sarana dan prasarana sumber daya air, termasuk peningkatan kesiapsiagaan pompa serta pembersihan gulma dan sampah pada saluran irigasi agar aliran air tetap lancar dan efisien. "Pendekatan ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kelancaran layanan irigasi sekaligus meminimalkan potensi konflik pemanfaatan air selama musim kemarau melalui pengelolaan air yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kondisi lapangan," ujarnya.

Perum Jasa Tirta II Tingkatkan Koordinasi dan Komunikasi dengan Para Petani

Selain penguatan aspek operasional, Perum Jasa Tirta II juga meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan para petani di wilayah layanan irigasi melalui sinergi bersama pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, TNI, Satpol PP, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui koordinasi rutin di tingkat lapangan, perusahaan memastikan informasi terkait jadwal distribusi air, pola gilir-giring, hingga kondisi debit air dapat diterima dengan baik oleh para petani, sehingga pengelolaan kebutuhan air pertanian dapat dilakukan secara lebih terencana dan efektif. "Keberlanjutan pasokan air bagi sektor pertanian merupakan prioritas utama perusahaan. Karena itu, Perum Jasa Tirta II terus memastikan distribusi air berlangsung secara optimal, terukur, dan merata agar kebutuhan petani tetap terpenuhi di tengah tantangan musim kemarau 2026," ucap Imam.(add/sep)

Berita Terbaru

Kades dan Warga Apresiasi Polres Subang Bantu Perbaiki Rumah Lansia di Padaasih

Kades dan Warga Apresiasi Polres Subang Bantu Perbaiki Rumah Lansia di Padaasih

Headline23 menit lalu
Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang5 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini5 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline7 jam lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline8 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional9 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline10 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga10 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline10 jam lalu