Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

MUI Purwakarta: Sistem Pesantren Harus Disipilin dan Transparan

A
Adam SumartoEditor: Asep
|07:00 WIB
Bagikan:
MUI Purwakarta: Sistem Pesantren Harus Disipilin dan Transparan
Ketua MUI Purwakarta, K.H. Jhon Dien, menegaskan bahwa sistem internal pesantren harus transparan dan disiplin guna mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pesantren.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua MUI Purwakarta, K.H. Jhon Dien, menegaskan bahwa ada beberapa penyebab terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Pertama, kata dia, sistem internal tidak disiplin. Tata tertib pondok pesantren, sambungnya, harus transparan dan benar-benar dijalankan. Misalnya, antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bertemu.

"Proses belajar atau mengajinya harus terpisah," kata Kiai Jhon Dien saat menjadi pembicara pada pengajian rutin dengan tema "Menjaga Marwah Spiritual dan Kesucian Pesantren" yang digelar Yayasan Yasri bekerja sama dengan ICMI Orda Purwakarta di Masjid Kampus Yasri, Jl. Veteran Purwakarta, Sabtu (30/5/2026).

Kiai Jhon Dien juga merasa keberatan jika tempat terjadinya kasus kekerasan seksual di Kecamatan Cibatu baru-baru ini, maupun di Kecamatan Pondoksalam yang pernah terjadi sebelumnya, disebut sebagai pondok pesantren.

"Saya meyakini kalau pesantren murni maka tidak mungkin terjadi kekerasan seksual. Adapun yang kejadian itu adalah semi ponpes, seperti yang di Cibatu atau Pondoksalam, tidak terdaftar. Jadi artinya, dalam tanda petik, itu bukan pondok pesantren," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.

MUI Purwakarta: Syarat Pesantren Harus Ada Kiainya

Ketua MUI Purwakarta mengatakan, di antara syarat pesantren itu harus ada kiainya, masjidnya, asrama atau kobongnya dan aturannya harus transparan. Yakni, bukan hanya mengatur santrinya saja tapi juga para dewan kiai atau dewan ustaz.

Saya juga mengamati saat ini terjadi dekadensi moral atau menurunnya moralitas. Karena itu yang harus menjadi dasar utamanya adalah imanan wahtisyaban, harus keimanan yang kuat. Baik itu kiai, santri dan seluruh civitas pesantren itu harus betul-betul menanamkan iman dan islamnya," ucap Kiai Jhon Dien.

Terkait hukuman kepada oknum atau pelaku kekerasan seksual di pesantren, Kiai Jhon Dien menyerahkan kepada pihak yang berwenang. Meski begitu, ia berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, terlebih korbannya cukup banyak.

"MUI maupun Kemenag tidak punya kewenangan untuk memberikan hukuman tapi hanya berharap agar oknum atau pelaku kejahatan dihukum seberat-beratnya," kata Kiai Jhon Dien.

Senada, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Purwakarta, K.H. Nana Suryana, yang juga menjadi pembicara pada pengajian itu mengatakan, seorang pendiri atau pimpinan pondok pesantren harus punya sikap iman yang kuat.

"Pimpinan ponpes harus menyadari bahwa pesantren itu sebagai pengembangan norma masjid, artinya berkaitan dengan iman. Pesantren itu bentuk pengembangan pendidikan di masjid," ujar Kiai Nana.

Selanjutnya, kata dia, kiai dan ibu kiai harus berperan sebagai pengayom santri dan pembina masyarakat. Karena itu, lanjutnya, komunikasi pesantren dengan pimpinan masyarakat harus terbuka.

"Yang tak kalah penting, supaya kiai itu harus selalu sadar bahwa nafsu ada di dalam dirinya, karena itu seorang kiai jangan sampai lupa terhadap alquran," ucapnya.

Terkait pengawasan, Kiai Nana menyebutkan bahwa peran mahaguru atau ulama besar cukup vital, di mana, pesantren itu harus rutin didatangi untuk mempererat silaturahmi termasuk dalam upaya pengawasan.

"Pemerintah, melalui Kemenag, juga turut serta mengawasi dan melihat dari dekat, yaitu dengan terjun langsung berkunjung ke pesantren. Hingga pada akhirnya pesantren itu tetap milik umat, untuk umat harus menjadi pengawas umat," katanya.

Sementara itu, pembicara ketiga, Nadya Yulianty yang merupakan Konselor Psikologi P2TP2A dan Dosen Psikologi STAI KHEZ Muttaqien, menyampaikan pandangannya.

Ia menyebutkan bahwa yang perlu dilakukan adalah pemahaman dan pendidikan di lingkungan keluarga. Bagaimana pengasuhan orang tua kepada anak karena ini menjadi tolak ukur pada perkembangan berikutnya.

"Pemahaman pendidikan seksual sejak kecil dari orang tua penting dilakukan. Misalnya, bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh bahkan oleh seorang guru ngaji sekali pun. Jika ada anggapan permisif itu sangat berbahaya," ujar Nadya.

Orang tua juga, sambungnya, harus memberikan perhatian yang cukup, tak terkecuali dari ayahnya. Perhatian dari seorang ayah terhadap anak perempuan sangat penting, jangan sampai, anaknya malah mencari perhatian di luar.

"Apabila terjadi kekerasan seksual, seorang anak harus berani bicara, pun jika kekerasan seksual itu menimpa temannya. Di sini, anak harus jadi pelapor dan pelopor bilamana terjadi hal tersebut," ucapnya.

Ditemui usai kegiatan, Dewan Pembina Yayasan Yasri Purwakarta, Agus Muharam menjelaskan, tema "Menjaga Marwah Spiritual dan Kesucian Pesantren" ini menjadi bahasan menarik menyusul terjadinya kekerasan seksual di pesantren.

"Kami hadirkan para pembicara yang benar-benar kompeten dan ahli di bidangnya. Antusias peserta juga sangat tinggi. Insyaallah, hasil diskusi ini bisa menjadi rekomendasi hingga kekerasan seksual di pesantren tidak terulang lagi," katanya.(add/sep)

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga2 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang2 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta2 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang3 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional4 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang5 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional5 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional5 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline5 jam lalu