Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Produksi Padi di Purwakarta Terancam, Curah Hujan Tinggi Picu Serangan Hama

A
Adam SumartoEditor: Dede SM
|17:12 WIB
Bagikan:
Produksi Padi di Purwakarta Terancam, Curah Hujan Tinggi Picu Serangan Hama
Petani memeriksa kondisi padi yang terdampak serangan hama di tengah curah hujan tinggi. Musim hujan meningkatkan risiko serangan walang sangit dan membuat hasil panen menurun.(Adam SUmarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES,ID - Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa bulan terakhir ini berdampak serius bagi petani padi di Kabupaten Purwakarta.

Menjelang masa panen, serangan hama seperti walang sangit dan burung mulai mengancam hasil produksi. Akibatnya, bulir padi banyak yang hampa sehingga hasil panen menurun signifikan.

Didin (55), petani asal Tegal Munjul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, mengungkapkan, padinya akan panen sekitar 30 hari lagi, namun kondisi tanaman saat ini jauh dari ideal.

"Curah hujan tinggi ini dampaknya kurang bagus ke padi. Banyak serangan hama, terutama walang sangit. Akibatnya padi jadi kurang berisi," kata Didin saat ditemui di sawahnya.

Secara fisik, menurut Didin, perbedaan padi yang sehat dan yang terdampak hama terlihat jelas. Padi yang berisi akan menunduk, sementara bulir yang hampa justru berdiri tegak.

"Kalau yang hampa itu kelihatan lurus. Kadang kerugiannya bisa seperempat sampai setengah hasil panen, tergantung kondisi cuaca," ujarnya.

Dalam kondisi normal, hasil panen padi Didin bisa mencapai 6 - 7 ton per hektare. Akan tetapi, saat terserang hama, produksi bisa merosot hingga di bawah 4 ton per hektare, menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi petani.

Selain ancaman hama, petani juga dihadapkan pada kendala penjemuran gabah akibat cuaca yang tak menentu. Didin mengaku khawatir kualitas gabah menurun karena sulit dijemur.

"Kalau sering hujan, gabah jadi lama kering, warnanya bisa menghitam dan kualitas berasnya turun. Kami butuh alat penjemuran seperti ovenan, tapi petani belum punya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Tanaman Kabupaten Purwakarta, Wawan Hermawan, menyebutkan, musim hujan atau musim rendeng memang menjadi periode rawan serangan hama dan penyakit tanaman.

"Di musim hujan, kelembaban tinggi membuat hama dan penyakit berkembang lebih cepat. Karena itu kesiagaan harus ditingkatkan," kata Wawan.

Pihaknya pun menerapkan sistem quick response melalui petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) yang tersebar di setiap kecamatan.

Setiap indikasi serangan hama, sambungnya, langsung ditindaklanjuti dengan pengamatan, penentuan jenis pengendalian, hingga pelaksanaan di lapangan.

"Begitu ada laporan, langsung kami kendalikan. Tidak boleh telat, karena dalam hitungan hari serangan bisa meluas," ujar Wawan.

Meski ancaman hama meningkat, Wawan menyebut pengendalian di Purwakarta masih dalam batas aman. Dari total sekitar 41 ribu hektare lahan baku sawah, tingkat serangan hama berhasil ditekan di bawah 1,5 persen, jauh di bawah ambang batas pemerintah sebesar 3 persen.

"Paling maksimal sekitar 590 hektare yang terserang dari berbagai hama dan penyakit. Itu pun banyak dicegah lewat sosialisasi sanitasi, penggunaan varietas tahan hama, pengelolaan air, dan pengamatan rutin," ucapnya.

Ia pun mengapresiasi respon cepat para petani yang aktif melapor ketika menemukan gejala serangan hama.

"Kalau petani responsif, kami juga lebih agresif. Semua bergerak, karena kalau lengah sedikit saja bisa jadi endemik," kata Wawan.(add/ded)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu