SDIT Cendekia Purwakarta Hasilkan 90 Penghafal Alquran Setiap Tahun, Ajak Orang Tua Dampingi Siswa saat Munaqosyah

PASUNDANEKSPRES.ID - Munaqosyah Tahfidzul Quran atau ujian hafalan Alquran menjadi agenda rutin yang wajib diikuti siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cendekia, terutama yang duduk di bangku kelas 5 dan 6.
Uniknya, pada tahun ini, SDIT Cendekia kembali mengajak orang tua untuk mendampingi siswa secara langsung saat mengikuti ujian tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk memotivasi dan siswa bisa lebih percaya diri.
Kepala SDIT Cendekia, Andri Purwanugraha, mengatakan, tradisi menghadirkan orang tua untuk menemani anaknya saat munoqosyah sempat terhenti. Akan tetapi, di tahun ini kembali dilakukan.
"Selain memotivasi anak, orang tua juga bisa mengetahui langsung kualitas hafalan anaknya. Dengan demikian, apabila masih ada kekurangan bisa ikut mengevaluasi. Misalnya, harus lebih rutin murojaah di rumah, dan lainnya," kata Andri di sela kegiatan kepada Pasundan EKspres, Sabtu (20/12/2025).
Ia menyebutkan, Munaqosyah Tahfidzul Quran dilaksanakan dalam dua gelombang dalam setahun. Untuk gelombang pertama digelar di akhir semester satu dan gelombang kedua pada pertengahan semester dua.
Meskipun diutamakan bagi siswa kelas 5 dan 6, sambungnya, tapi siswa kelas 1 hingga 4, yang sudah siap dengan hafalan Alquran-nya, juga boleh mengikuti ujian ini.
"Kami mewajibkan siswa minimal hafal juz 30 sebagai salah satu syarat kelulusan. Meski demikian, banyak juga siswa yang hafal lebih dari satu juz, yakni juz 29, 28 hingga juz 27. Alhamdulillah," ujar Andri.
Adapun pada gelombang pertama ini tercatat ada 44 siswa yang mengikuti Munoqosyah Tahfidzul Quran. Rinciannya adalah, tiga siswa setor hafalan juz 28, tujuh siswa juz 29, dan 34 siswa setor hafalan juz 30.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Dodi Winandi yang hadir mewakili Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasinya.
"Sebagaimana sekolah islam terpadu, SDIT Cendekia berhasil menunjukkan kekhasannya dalam menanamkan nilai-nilai Alquran kepada seluruh siswanya," ucap Dodi.
Dengan demikian, sambungnya, SDIT Cendekia juga mampu membentuk mental dan karakter siswa yang unggul, baik itu pengetahuannya, sikapnya, maupun akhlaknya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Yasri yang menaungi SDIT Cendekia, Agus Muharam, mengaku bangga dengan program munaqosyah yang melibatkan kerja sama antara pihak sekolah, siswa dan orang tua.
"Melalui program Munaqosyah Tahfidzul Quran ini, Yayasan Yasri melalui SDIT Cendekia, setiap tahunnya rata-rata menghasilkan 90 penghafal Alquran," katanya.(add/sep)
