Usai Perayaan Tahun Baru, Petugas Kebersihan DLH di Purwakarta Jaga Kota Tetap Bersih

PASUNDANEKSPRES.ID - Di tengah hiruk pikuk dan sorak sorai warga menyambut pergantian tahun, ada sekelompok orang yang justru mulai bekerja lebih ekstra.
Mereka adalah petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, yang ikhlas berjibaku dengan sapu dan pengki menjaga lingkungan kota tetap bersih di awal tahun.
Mulyadi (42), salah satu petugas kebersihan, sudah tak asing dengan rutinitas ini. Sejak bergabung pada 2004, ia hampir tak pernah absen membersihkan kota setiap malam tahun baru.
"Alhamdulillah, senang. Senang kerja di sini. Ini sudah sering, tiap tahun terus," kata Mulyadi kepada wartawan Pasundan Ekspres di sela kesibukannya membersihkan area Jalan Veteran, Kelurahan Nagei Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Baginya, bekerja saat orang lain merayakan tahun baru sudah menjadi bagian dari pengabdian. Meski keluarga terkadang ingin menghabiskan malam pergantian tahun bersama, Mulyadi memilih menjalankan tugasnya.
"Kadang istri sama anak pengin jalan-jalan juga, tapi ini kan tugas. Harus dijalani," ujar Mulyadi.
Tak hanya malam tahun baru, Mulyadi juga rutin bertugas saat Hari Jadi Purwakarta. Ia menyebut, ada upah tambahan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi, meski bukan itu yang utama.
"Alhamdulillah ada tambahan. Tapi yang penting kerjaannya, lingkungan tetap bersih," ucapnya.
Senada disampaikan Ano (49), petugas kebersihan lainnya yang sudah bekerja sejak 2010. Ia menyebut malam tahun baru sebagai momen penuh suka cita.
"Pokoknya mantap. Sukanya ya karena kita mencintai pekerjaan ini dengan hati," kata Ano.
Pada malam tahun baru, Ano biasanya mulai bekerja sejak pukul 21.00 hingga sekitar pukul 02.00 dini hari. Setelah memastikan area kota Purwakarta bersih, ia baru tiba di rumah menjelang pagi.
Meski jarang merayakan tahun baru bersama keluarga, Ano bersyukur karena mendapat dukungan penuh keluarganya.
Selama bertugas, berbagai hal unik kerap ditemukan. Mulai dari uang hingga perhiasan emas kecil yang tercecer di jalanan. Barang-barang tersebut biasanya dikumpulkan bersama.
"Kadang-kadang suka dapat uang, emas. Tapi itu bakal dikumpulin di kantor," ujarnya sambil tersenyum.
Para petugas kebersihan dari DLH berbekal pengki, sapu dan kantong plastik. Mereka menyisiri jalan dan menyapu bersih sampah yang berserakan.
Pergerakan mereka diikuti oleh mobil pikap yang siap menampung sampah. Di mobil pikap, terlihat petugas lainnya yang bersiaga untuk memilah sampah.
Setiap langkahnya, ada sejumlah pedagang yang mendukung mereka. Dukungan itu terlihat ketika para pedagang memberikan makanan atau minuman kepada petugas kebersihan.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Purwakarta, Anggoro, mengatakan pihaknya menerjunkan sekitar 100 personel kebersihan untuk malam pergantian tahun 2025/2026.
"Armada yang disiagakan terdiri dari lima mobil pikap dan satu dump truck. Personel disebar di empat titik utama jalur perkotaan, dengan fokus di kawasan Situ Buleud karena ada pertunjukan air mancur," ucap Anggoro.
DLH memprediksi volume sampah yang terkumpul mencapai sekitar 15 kubik atau hampir satu ton, didominasi sampah plastik dari kemasan makanan dan minuman.
"Sampah nanti dibuang ke TPA pagi hari, karena tidak diperbolehkan membuang sampah tengah malam," katanya.
Anggoro mengakui, tantangan terbesar petugas adalah cuaca dan aktivitas pedagang yang masih berlangsung hingga lewat tengah malam.
"Wilayah Purwakarta Kota harus sudah steril dari sampah sebelum pukul 07.00 pagi. Jadi kami harus koordinasi juga dengan Satpol PP terkait pedagang," ujarnya.(add/sep)
