Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Uang Kuno Rp100 Pinisi Cetakan 1992 Jadi Incaran Para Kolektor dengan Nilai Tinggi

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|20:35 WIB
Bagikan:
Uang Kuno Rp100 Pinisi Cetakan 1992 Jadi Incaran Para Kolektor dengan Nilai Tinggi
Uang Kuno Foto : Shopee

PASUNDAN EKSPRES - Uang kuno, atau uang yang masa edarnya sudah tidak berlaku lagi, kini menjadi primadona bagi para kolektor. Salah satu yang menarik perhatian adalah uang kertas Rp100 pinisi cetakan 1992.

Uang kertas ini memiliki ciri khas desain yang menarik, dengan warna dominan merah, gambar kapal pinisi di bagian depan, dan gambar Gunung Anak Krakatau dengan tanda air Ki Hajar Dewantara di bagian belakang. Sejak tahun 2006, Bank Indonesia (BI) telah menarik dan mencabut edaran uang kertas ini untuk mengembangkan teknologi pengamanan uang.

Meskipun sudah tidak berlaku sebagai alat pembayaran, uang kertas Rp100 pinisi cetakan 1992 masih memiliki nilai sejarah dan daya tarik tersendiri bagi para kolektor. Hal ini menjadikannya salah satu uang kuno yang diincar, dengan harga yang terbilang murah dan terjangkau.

Di berbagai platform jual beli online, seperti Tokopedia dan Shopee, harga uang kertas Rp100 pinisi cetakan 1992 ini berkisar antara Rp1.500 hingga Rp5.000 per lembar, tergantung kondisinya. Bahkan, ada yang menjualnya per gepok (100 lembar) dengan harga Rp175.000 hingga Rp250.000.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengoleksi uang kuno ini, pastikan untuk mencari yang kondisinya masih baik dan terawat. Semakin langka dan baik kondisinya, maka semakin tinggi pula nilainya.

Uang kertas Rp100 pinisi cetakan 1992 tidak hanya menjadi objek koleksi yang menarik, tetapi juga investasi yang menjanjikan. Nilai jualnya yang berpotensi terus meningkat menjadikannya pilihan yang tepat bagi para kolektor dan investor.

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu