Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mengenal Miqat dalam Ibadah Haji: Pengertian, Macam-macam dan Tempatnya

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|14:25 WIB
Bagikan:
Mengenal Miqat dalam Ibadah Haji: Pengertian, Macam-macam dan Tempatnya
Simak selengkapnya informasi mengenai miqat yang terdiri dari pengertian, macam-macam miqat hingga tempat miqat. (Foto: laman resmi Kemenag)

PASUNDAN EKSPRES - Simak selengkapnya informasi mengenai miqat yang terdiri dari pengertian, macam-macam miqat hingga tempat miqat.

Seluruh jemaah haji dan umrah, sebelum melaksanakan umrah wajib dan menuju Baitullah di Makkah harus berniat umrah di tempat miqat.

Jemaah perlu mengetahui apa itu miqat yang merupakan hal paling utama dalam mengawali ibadah haji.

Dilansir dari buku "Tuntunan Manasik Haji dan Umrah" yang diterbitkan Kementerian Agama, miqat merupakan tempat atau waktu yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pintu masuk untuk memulai haji atau umrah. 

Setelah jemaah mengambil miqat, jemaah menuju Baitullah dan mulai berlaku larangan berpakaian ihram.

Adapun miqat terdiri dari dua macam, yaitu Miqat Zamani dan Miqat Makani.

Miqat Zamani adalah batas waktu melaksanakan haji, yang dimulai sejak 1 Syawal hingga terbit fajar pada 10 Zulhijjah. 

Miqat Zamani merupakan ketentuan waktu untuk melaksanakan ibadah haji, namun untuk umrah, miqat zamani berlaku sepanjang tahun.

Sedangkan Miqat Makani adalah batas tempat untuk memulai ihram haji atau umrah. 

Pengertian lainnya bisa juga berarti ketentuan tempat di mana seorang jemaah harus memulai niat haji atau umrah. 

Urutannya, jemaah melakukan Miqat Makani di lokasi yang telah ditentukan dengan berpakaian ihram, lalu melaksanakan salat sunah dua rakaat di lokasi miqat, mengucapkan niat, dan bertolak menuju Makkah untuk melakukan Tawaf dan Sa'i.

Lebih lanjut, ada lima tempat yang dijadikan lokasi miqat makani. Kelima tempat ini ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai tempat miqat untuk berhaji atau umrah bagi warga dan setiap orang yang melewatinya walaupun bukan penduduk setempat.

Masing-masing jemaah dari berbagai negara menggunakan lokasi tertentu sebagai tempat miqat makani, yang disesuaikan dengan dari mana ia berasal. 

Demikian pula dengan jemaah Indonesia yang tentunya terdapat lokasi-lokasi miqat yang biasa digunakan oleh jemaah haji atau umrah asal Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Kemenag, Bir Ali (Zulhulaifah) menjadi tempat miqat bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya. 

Jemaah haji asal Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang pertama dan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah mengambil miqat di Masjid Zulhulaifah (Bir Ali) yang berlokasi 9 km dari Madinah.

Kedua, Juhfah berlokasi sekitar 183 km di arah barat laut Makkah. Lokasi miqat ini biasanya digunakan jemaah dari Syria, Yordania, Mesir, dan Lebanon. 

Ketiga, Qarnul Manazil (as-Sail) di dekat kawasan pegunungan Taif, sekitar 94 km di timur Makkah. Biasanya, titik miqat ini menjadi lokasi miqat bagi jemaah dari Dubai.

Keempat, Yalamlam berada di arah tenggara Mekkah, dengan jarak sekitar 92 kilometer yang menjadi lokasi miqat bagi jemaah dari Yaman dan mereka yang melalui rute yang sama, seperti jemaah dari India, Pakistan, China, dan Jepang. 

Jemaah haji Indonesia yang mengambil miqat saat perjalanan di pesawat biasanya dilakukan ketika pesawat mendekati Yalamlam. 

Kru pesawat akan mengumumkan jika pesawat sudah akan melintas di atas Yalamlam. 

Jika mengambil miqat di pesawat, maka jemaah dianjurkan segera berpakaian ihram dan melakukan niat haji/umrah di dalam hati dan mengucapkannya dengan lisan.

​​​​​​​Lokasi kelima yang menjadi tempat miqat adalah Zatu Irqin yang berjarak sekitar 94 kilometer di arah timur laut Mekkah. 

Biasanya, lokasi ini digunakan bagi jemaah yang berasal dari Iran dan Irak atau yang melalui rute yang sama.

Bagi jemaah asal Indonesia, ada beberapa lokasi miqat makani tergantung dari gelombang keberangkatan.

Jemaah haji gelombang I yang mendarat di Madinah akan mengambil miqat di Bir Ali (Zulhulaifah). 

Jemaah haji gelombang II yang turun di Jeddah memiliki beberapa opsi mengambil miqat, yakni di asrama haji embarkasi, di dalam pesawat ketika pesawat melintas sebelum atau di atas Yalamlam, dan Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Selain itu, ada Masjid Tan'im yang berjarak 7,5 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah. 

Arab Saudi menyimpan sejarah bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah umrah. Masjid ini juga menjadi lokasi miqat penduduk Makkah. (inm)

Berita Terbaru

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle1 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional1 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle1 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline2 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle3 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle4 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional4 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional4 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle4 jam lalu