PASUNDAN EKSPRES - Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan tol memastikan kecukupan saldo E-toll dan BBM selama arus balik Lebaran 2025.
Jasa Marga terus meningkatkan pelayanan baik di gerbang tol, rest area dan lajur untuk mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas yang signifikan pada arus balik Idulfitri 1446H.
Untuk kelancaran perjalanan arus balik, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk memastikan kesiapan perjalanan jarak jauh dan ketersediaan saldo E-toll, guna memastikan pelayanan operasional periode arus balik Idulfitri 1446H ini berjalan dengan baik.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga mengatakan, pada periode arus balik lebaran tahun 2024, kami mencatat sejumlah permintaan bantuan melalui One Call Center Jasa Marga di nomor 14080 karena kehabisan BBM yang mengakibatkan kendaraan tersebut berhenti di bahu jalan, bahkan ada yang berhenti di lajur contraflow.
Oleh karena itu kami meminta pengguna jalan memastikan kecukupan BBM secara berkala, dan dapat mengisi BBM sebelum memasuki ruas tol.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk dapat secara aktif mencari informasi melalui aplikasi Travoy Jasa Marga terkait Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Rest Area baik di rest area di jalan tol maupun di jalan arteri/non tol yang dekat dengan akses keluar jalan tol sebagai alternatif apabila rest area di jalan tol dilakukan buka tutup karena penuh”, ujar Lisye.
Selain kecukupan BBM, Jasa Marga mengingatkan kepada pengguna jalan untuk mempersiapkan saldo e-toll yang cukup pada perjalanan arus balik, terutama dari arah Surabaya dan Semarang menuju Jakarta yang nantinya akan melakukan transaksi di GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Dari Semarang menuju Jakarta, untuk kendaraan golongan 1 agar menyiapkan e-toll dengan saldo minimal sebesar Rp 500.000.
Sedangkan untuk pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, untuk kendaraan golongan 1 agar menyiapkan e-toll dengan saldo minimal sebesar Rp 1.000.000.
“Kurangnya saldo e-toll pada saat transaksi di gardu tol akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan. Dengan adanya waktu penundaan di gerbang tol tersebut, yang semula dalam 1 menit bisa melayani transaksi hingga lima kendaraan, jika pengguna jalan melakukan top up di gardu tol, maka dalam waktu 1 menit hanya bisa melayani satu kendaraan saja. Estimasi waktu tersebut jika diaplikasikan pada ribuan kendaraan yang melalui GT Cikampek Utama, maka akan sangat merugikan pengguna jalan. Untuk itu kami kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan, agar mengecek kecukupan saldo e-toll sebelum bertransaksi di Gerbang Tol agar perjalanan arus balik semakin aman dan nyaman. Pengguna jalan dapat mengisi saldo e-toll melalui aplikasi mobile banking sesuai bank penerbit, melalui aplikasi Travoy, minimarket hingga top up saldo e-toll di rest area,” ucap Lisye.
Lisye juga mengingatkan kepada pengguna jalan khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif sesuai jarak), hanya bisa menggunakan e-toll yang sama saat tap in dan tap out, sehingga saat saldo kurang tidak diperbolehkan meminjam e-toll pengguna jalan lainnya.
Untuk itu, pastikan kecukupan saldo e-toll untuk menghindari antrean di gerbang tol.
Lebih lanjut, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan dan saldo kartu uang elektronik.
Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol.
Gunakan waktu dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain.