Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penggunaan Kripto dalam Pencucian Uang Meningkat, Ungkap Kejagung!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|19:13 WIB
Bagikan:
Penggunaan Kripto dalam Pencucian Uang Meningkat, Ungkap Kejagung!
Penggunaan Kripto dalam Pencucian Uang Meningkat, Ungkap Kejagung! (foto: Wakil Jaksa Agung Feri Wibisono)

PASUNDAN EKSPRES - Wakil Jaksa Agung Feri Wibisono menyoroti peningkatan penggunaan mata uang kripto dalam berbagai tindak kejahatan, khususnya terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan kejahatan ekonomi lainnya. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena semakin banyak pihak yang memanfaatkan teknologi canggih seperti kripto untuk menyembunyikan hasil kejahatan. 

Menurut Feri, aset kripto sering digunakan untuk menyamarkan aliran dana kejahatan dengan bantuan teknologi enkripsi dalam sistem blockchain. Teknologi ini dikenal sangat sulit dijangkau oleh pihak berwenang, membuat upaya pelacakan menjadi jauh lebih kompleks. "Aset kripto bisa mempersulit pelacakan aliran dana, terutama ketika pelaku kejahatan mengonversi rupiah ke kripto," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter/X @CoinDeskIndonesia pada Rabu, 25 September 2024, pukul 11.45 WIB.

Meskipun dikenal sebagai cryptocurrency, Feri kembali menegaskan bahwa kripto tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa konversi mata uang rupiah ke kripto kerap mempersulit aparat hukum dalam melacak aliran dana yang digunakan dalam kejahatan, khususnya dalam kasus-kasus pencucian uang.

Di samping itu, Feri mengingatkan tentang pentingnya koordinasi antara berbagai instansi dalam menyusun regulasi terkait barang bukti kripto. Menurutnya, regulasi yang tepat harus segera disusun guna menanggapi perkembangan cepat teknologi kripto, namun tidak boleh dianggap sebagai hambatan yang menimbulkan ketakutan berlebihan. "Perkembangan hukum dan teknologi harus dihadapi dengan adaptif," tambahnya, menekankan bahwa pendekatan yang cerdas dan cepat sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan ini.

Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi, Feri menekankan bahwa regulasi harus mampu beradaptasi tanpa mengabaikan potensi positif dari kripto. Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam menangani kompleksitas kejahatan yang melibatkan aset digital ini.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline12 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat12 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta13 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang13 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle13 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang13 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta14 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta14 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang14 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang14 jam lalu