Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Belanja Daerah Kabupaten Subang Lebih Besar dari Pendapatan

H
HubaEditor: Huba
|08:47 WIB
Bagikan:
Belanja Daerah Kabupaten Subang Lebih Besar dari Pendapatan
RENCANA KEUANGAN:  Pj Bupati Subang Dr Imran menyampaikan Nota Pengantar RAPBD Tahun 2025, di gedung DPRD Subang pada Senin (21/10).

Rencana Keuangan Pemda Subang Tahun 2025

SUBANG-Belanja daerah Pemda Subang diproyeksikan lebih besar dari pendapatan yang akan diterima. Rencana keuangan Pemda ini terlihat dari postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Subang tahun 2025. 

RAPBD Subang ini sudah disampaikan oleh Pj Bupati Subang Dr Imran kepada puluhan Anggota DPRD Subang dalam rapat paripurna Penyampaian Nota Pengantar RAPBD Tahun 2025, Senin (21/10).

Belanja daerah tahun 2025 diproyeksikan Rp2,93 triliun tanpa DAK. Pj Bupati Subang Dr Imran mengatakan, belanja diproyeksikan naik sebesar Rp134,68 miliar atau naik sebesar 4,81 persen dari tahun 2024 sebesar Rp2,8 triliun.

Belanja daerah tersebut terdiri belanja operasi, modal, tak terduga dan belanja transfer. Belanja operasi pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp2,18 triliun, naik sebesar 4,97 persen atau sebesar Rp103,24 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp.2,078 triliun.

Sedangkan belanja modal pada tahun 2025 direncanakan sebesar Rp209,56 miliar, bertambah sebesar 52,45 miliar atau sebesar 33,39 persen dari tahun 2024 sebesar Rp. 157,1 miliar. 

Adapun belanja tidak terduga pada tahun 2025 direncanakan sebesar Rp10 Miliar. Kemudian, belanja transfer tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp533,38 miliar, berkurang sebesar Rp21,01 miliar atau sebesar 3,79 persen dari tahun 2024 sebesar Rp554,39 miliar.

Sementara itu, dari sisi pendapatan daerah tahun 2025 diproyeksikan sebesar RP2,843 triliun, dengan kenaikan pendapatan dengan asumsi tanpa DAK sebesar Rp157,26 miliar atau 5,86 persen dari tahun sebelumnya.

Dia menyebut, ada tiga komponen pendapatan daerah. Antara lain pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Pertama, soal pendapatan asli daerah (PAD). Tahun 2025 diproyeksikan sebesar Rp802,02 miliar naik sebesar 29,04 persen atau sebesar Rp180,49 miliar dari Tahun 2024 sebesar Rp621,53 miliar. 

"Kenaikan pendapatan tersebut diantaranya dikarenakan adanya kenaikan target pendapatan BLUD RSUD dari Rp145 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp200 miliar pada tahun 2025," ungkap Imran.

Proyeksi PAD Rp802,02 miliar terdiri dari berbagai komponen. Pos Pajak Daerah naik sebesar Rp131,43 miliar atau naik sebesar 38,39 persen menjadi Rp473,81 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp342,38 miliar.

Pos Retribusi Daerah bertambah sebesar Rp277,84 miliar atau naik sebesar 989,87 persen menjadi sebesar Rp305,91 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp42.51 miliar.

Pos Hasil Pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan diprediksi turun sebesar Rp8,43 miliar atau turun sebesar 29,57 persen menjadi sebesar Rp20,07 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp28,49 miliar. 

Kemudian, pos lain-lain PAD yang sah diprediksi turun sebesar Rp220,36 miliar atau turun sebesar 99 persen menjadi sebesar Rp2,23 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp222,59 miliar.

Kedua, pendapatan daerah dari transfer pemerintah pusat. Diproyeksi transfer pusat pada tahun 2025 sebesar Rp1,85 triliun.

Ketiga, lain-lain pendapatan yang sah berupa pendapatan transfer antar daerah terdiri dari pendapatan bagi hasil pajak provinsi ditargetkan sebesar Rp190,01 miliar atau turun sebesar Rp90 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp280,01 miliar.(cdp/ysp)

Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2025
1. Pendapatan asli daerah                 : Rp802,02 miliar
2. Pendapatan transfer                      : Rp1,85 triliun
3. Lain-lain pendapatan yang sah     : Rp190,01 miliar 
Total                                                   :  Rp2,843 triliun     


Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2025
1. Belanja operasi                              : Rp2,18 triliun
2. Belanja modal                                : Rp209,56 miliar  
3. Belanja tak terduga                       : Rp10 miliar
4. Belanja transfer                             : Rp533,38 miliar
Total                                                    Rp2,93 triliun

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline6 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat6 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta7 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle7 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang7 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta8 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta8 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang8 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang8 jam lalu