Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tujuh Dugaan Pelanggaran Pemilu di Subang, dari Administrasi Hingga Netralitas ASN

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|08:07 WIB
Bagikan:
Tujuh Dugaan Pelanggaran Pemilu di Subang, dari Administrasi Hingga Netralitas ASN
KOORDINASI: Komisioner Bawaslu Kabupaten Subang saat melakukan rapat koordinasi, beberapa waktu lalu. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Subang menemukan tujuh dugaan pelanggaran. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pemungutan suara dalam Pemilu 2024 telah selesai. Saat ini proses rekapitulasi hasil perolehan suara tengah dilaksanakan di tingkat kecamatan. 

Selama proses tahapan pemilu 2024 ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Subang menemukan tujuh dugaan pelanggaran. 

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Subang, Gamal Putu Manggala saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres. 

Dia menjelaskan, pelanggaran tersebut merupakan laporan dari masyarakat atau temuan langsung oleh Bawaslu yang kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 

"Dugaan pelanggaran Pemilu yang telah ditangani oleh Bawaslu Kabupaten Subang pada tahapan Pemilu 2024 berjumlah 7 dugaan pelanggaran pemilu, dengan yang diregister berjumlah 5 dan tidak diregister berjumlah 2," ungkapnya. 

Gamal menyebut, dari tujuh dugaan pelanggaran itu yang telah selesai ditangani oleh Bawaslu berjumlah enam dugaan pelanggaran, dan 1 dugaan pelanggaran masih dalam proses. 

Adapun dugaan pelanggaran tersebut diantaranya, tiga pelanggaran administrasi, dua pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dan dua pelanggaran tindak Pemilu. 

"Untuk pelanggaran administrasi satu diregister, dua tidak tegister, untuk pelanggaran netralitas ASN sudah selesai. Pelanggaran tindak pidana pemilu baru satu selesai dan satu lagi masih proses dalam tahap klarifikasi," jelas Gamal. 

Menurutnya, jika dibandingkan dengan Pemilu tahun 2019 terdapat banyak laporan dugaan pelanggaran Pemilu dibanding tahun 2024. Pada tahun 2024 pelanggaran dugaan Pemilu mengalami penurunan. Pemilu tahun 2019 terdapat delapan laporan dugaan pelanggaran.

"Kalau kita membandingkan untuk 2019 dan 2024 itu terdapat perbedaan. Yang pertama adalah dalam hal laporan, bahwa tahun 2024 ini terdapat penurunan laporan dibandingkan 2019," ujarnya. 

Penurunan pelanggaran dugaan Pemilu ini pun dilihat berdasarkan masa kampanye di Kabupaten Subang  yang hanya memakan waktu 75 hari berbeda dengan tahun 2019 yang jangka waktu kampanyenya lebih panjang. 

"Hal itulah yang menjadi dampak pelanggaran-pelanggarn Pemilu terjadi di Kabupaten Subang," terangnya. 

Adanya dugaan pelanggaran Pemilu yang terjadi, Bawaslu Subang berharap masyarakat turut serta melaporkan ketika menemukan pelanggaran-pelanggaran. 

"Sedari awal kita pun sudah melakukan sosialisasi ke berbagai element untuk meningkatkan pengawasan partisipatif sehingga ketika ada pelanggaran-pelanggaran di masyarakat bisa melaporkan kepada pengawas di setiap jenjangnya," pungkasnya.(cdp/ysp) 

Berita Terbaru

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline7 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle10 menit lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional10 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline10 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu