Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Inovasi SADAKI, Disperkimtan Subang Dorong Tata Kelola Data Lebih Terintegrasi

Z
Zaenal AbidinEditor: Asep
|19:00 WIB
Bagikan:
Inovasi SADAKI, Disperkimtan Subang Dorong Tata Kelola Data Lebih Terintegrasi
Ketua Kwaran Binong Imas Masitoh SPd saat mengalungkan medali dan sertifikat bagi 50 anggota pramuka siaga, penggalang dan penegak usai upacara pembukaan Gema ke 54 di lapangan Bola Desa Kihiyang, Sabtu (29/8/2026). (Zaenal Abidin/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Subang terus melakukan pembenahan tata kelola data melalui pengembangan inovasi SADAKI (Satu Data Kita). 

Inovasi tersebut digagas untuk mengintegrasikan berbagai data sektoral di bidang perumahan, kawasan permukiman, infrastruktur, hingga pertanahan agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dalam mendukung pembangunan daerah.

Sejak 2023, Disperkimtan Kabupaten Subang telah melaksanakan berbagai kegiatan pendataan yang menghasilkan informasi strategis mengenai Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, rumah rawan bencana dan relokasi, rumah tidak layak huni (RTLH), kawasan permukiman kumuh, prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), perumahan, serta pertanahan.

Beragam data tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mampu menggambarkan kondisi objek dan wilayah yang menjadi sasaran pembangunan. Namun, perbedaan sumber, format, periode, serta tujuan pendataan membuat pemanfaatan data selama ini masih cenderung berjalan sesuai kebutuhan masing-masing kegiatan.

Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Disperkimtan untuk mengembangkan pola pengelolaan data yang lebih terarah dan dapat digunakan kembali. Melalui SADAKI, data yang sebelumnya tersebar di berbagai sumber mulai diarahkan agar dapat terhubung berdasarkan identitas lokasi dan objek yang sama.

Konsep Yang Diusung SADAKI

Konsep yang diusung SADAKI adalah "satu objek, beragam informasi".  Artinya, satu objek di lapangan dapat memiliki berbagai informasi yang saling berkaitan, mulai dari kondisi rumah, kawasan permukiman, infrastruktur, hingga informasi pertanahan. Dengan konsep tersebut, kondisi suatu objek maupun wilayah dapat dilihat secara lebih utuh.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Subang, Indratno Bayuaji, mengatakan bahwa SADAKI tidak hanya dikembangkan sebagai media digital, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari pembaruan tata kelola dan cara kerja organisasi. 

"Data yang telah tersedia tidak berhenti sebagai arsip atau hasil pendataan suatu kegiatan, tetapi dikembangkan menjadi sumber informasi yang dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan," ujar Indratno kepada Pasudnan Ekspres.

Menurutnya, keberadaan SADAKI diharapkan dapat mendukung berbagai proses, mulai dari perencanaan, penetapan sasaran, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan kebijakan. Dengan data yang lebih mudah ditelusuri dan memiliki keterkaitan dengan kondisi wilayah, pengambilan keputusan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Saat ini, SADAKI masih berada dalam tahap awal pengembangan. Portal tersebut dirancang sebagai pintu masuk data terpadu yang menghubungkan informasi perumahan, kawasan permukiman, pertanahan, peta, informasi lokasi, serta data pendukung lainnya. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan data yang telah tersedia dan memprioritaskan kelompok data yang memiliki urgensi tinggi.

Kelompok data yang menjadi prioritas awal meliputi rumah rawan bencana dan relokasi, RTLH di luar kawasan kumuh, kawasan permukiman kumuh, serta PSU. Pengelolaan awal dilakukan secara internal oleh Disperkimtan dan ke depan dapat diperluas melalui keterlibatan pemerintah desa/kelurahan serta perangkat daerah terkait. 

"Pengembangan SADAKI dilakukan dengan pendekatan bertahap dan realistis sesuai kapasitas organisasi, ketersediaan data, serta sumber daya yang dimiliki. Ke depan, SADAKI diarahkan untuk berkembang sebagai sumber data sektoral yang mendukung perencanaan pembangunan Kabupaten Subang dan dapat terhubung dengan ekosistem data pemerintah daerah," pungkasnya.(znl/sep)

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional5 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional5 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang5 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang6 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang6 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle9 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional10 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle10 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional10 jam lalu