Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

32 Mengabdi, Camat Pagaden Muhamad Rudi Adaptif sesuai Karakter Masyarakat

E
EgiEditor: Egi
|06:07 WIB
Bagikan:
32 Mengabdi, Camat Pagaden Muhamad Rudi Adaptif sesuai Karakter Masyarakat
Drs. Muhamad Rudi MM

SUBANG-Menjadi pemimpin wilayah di tingkat kecamatan tidak lah mudah, butuh pengalaman yang matang, memahami situasi adat istiadat, dan karakteristik masyarakatnya.

Sehingga roda organisasi bergerak , program yang dicanangkan pun  berjalan.

Seperti yang disampaikan Camat Pagaden Muhamad Rudi saat dijumpai Pasundan Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (4/5).

Sebelum menjabat camat, Rudi mengisahkankan kala pertama diangkat jadi CPNS Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kabupaten Subang sebagai petugas  lapangan penyuluh KB pada tahun 1993. 

Dua tahun kemudian pada 1995 kemudian diangkat penuh sebagai  PNS.  Pengalaman bertugas sebagai penyuluh KB dijalaninya  hingga tahun 2000an.

Dan di tahun yang sama , Rudi diangkat sebagai Pengawas PLKB di Kecamatan Cikaum, kemudian pindah tugas  ke Ciasem dan selanjutnya di  Pagaden.

Berkat ketekunan, kedisiplinan saat bertugas selanjutnya  pada tahun 2004 , Rudi mendapat promosi jabatan sebagai Kepala UPTD Disdukcapil KB Kecamatan Subang hingga tahun 2008.

Kemudian di tahun itupun jabatan promosi kembali sebagai  Sekmat Cipeundeuy.

Empat tahun kemudian  selanjutnya pada tahun 2012, Rudi kembali mendapat promosi jabatan sebagai Camat Cipeundeuy.

Sebagai ASN tentu patuh dan taat atas kebijakan pimpinan, istilah rotasi dan mutasipun menjadi konsekwensi abdi negara serta regenerasi kepemimpinan. Diapun berpindah pindah, dari wilayah pegunungan, pantura dan wilayah tengah.

Rudi menyebutkan beberapa kecamatan, yaitu tahun 2016 Camat Tanjungsiang, 

2017 Camat Pamanukan, 2019 Camat Pusakanagara  dan Pamanukan, 

2022 Camat Sukasari dan tahun 

2023 sebagai Camat Pagaden sampai sekarang. "Kalau jabat camat, saya sudah 13 tahun ini menjabat Camat dengan berbagai macam karakterteristik masyarakat sesuai kondisi wilayahnya," ujar Muhamad Rudi.

Meski awal bertugas sebagai penyuluh KB, tetapi Rudi memiliki latar pendidikan ilmu pemerintahan.

Titel dokterandus (Drs) nya ia dapatkan di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung  jurusan ilmu pemerintahan fakultas ilmu sosial dan politik pada tahun 1992.

Dan sesuai aturan, untuk menjabat camat yang notabene sebagai kepala wilayah,  ada persyaratan khusus yaitu memilki ijazah  pemerintahan D III atau S1, dan atau memiliki sertifikat kepamongprajaan.

Menurutnya, pengalaman menjadi camat (kepala wilayah) di sejumlah kecamatan, harus mampu beradaptasi, karena masing masing wilayah memiliki karakteristik sendisi, baik masyarakatnya maupun daerahnya.

Seperti di  pantura, tengah dan pegunungan, dengan potensi daerah  pertanian, perkebunan, hutan dan perikanan laut.

"Semua ada kelebihan dan kekurangan, yang penting kita mampu beradaptasi sesuai adat istiadat dengan masyarakatnya maupun kepala desanya sebagai mitra kerja kita. Itulah seni memimpin saat bertugas," imbuhnya.

Selain itu, dibutuhkan pula pendekatan dengan para kepala desa di wilayah tersebut juga Forkonpimcam serta para tokoh masyarakat.

Dengan begitu program dan gagasan mendapat dukungan penuh, program yang dicanangkan oleh pemerintah berjalan dengan baik.

Tak terasa, kini masa kerjanya sudah mencapai 32 tahun menjelang pensiun,  tiga dekade lebih, menjalani sebagai abdi negara, pelayan masyarakat, semua itu tentu berkat doa dan dukungan dari 

Isteri tercintanya, yang setia mendampingi saat suka dan duka. Dialah Dra. Aliyatul Ihlas  PNS Guru SMAN 3 Subang, dikaruniai 3 putra laki-laki , 2 orang sudah sarjana dan 1 orang lagi sedang menempuh perkuliahan.(dan/sep)

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang7 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline11 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline11 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline12 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle14 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle15 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle16 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle17 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional17 jam lalu