Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Aktivis Subang Desak MBG Terapkan HACCP

H
Hadi MartadinataEditor: Dede SM
|05:30 WIB
Bagikan:
Aktivis Subang Desak MBG Terapkan HACCP
Aktivis Subang Ulul Fahmi Fauzy saat menyampaikan pentingnya penerapan sistem HACCP untuk menjamin keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Aktivis Subang, Ulul Fahmi Fauzy, S.Hum., mendorong seluruh pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang untuk mengimplementasikan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Langkah tersebut dinilai penting guna menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi peserta didik.

Seruan itu ditujukan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Kabupaten Subang agar penerapan HACCP menjadi standar dalam pengelolaan makanan sekolah.

Menurut Ulul, keamanan pangan merupakan hak dasar setiap anak, khususnya siswa yang menjadi sasaran utama program MBG. Tanpa sistem pengawasan yang ketat, program tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

“Keamanan pangan adalah hak setiap individu, terutama anak-anak di sekolah. Dengan menerapkan HACCP, potensi bahaya bisa diidentifikasi dan dikendalikan sejak tahap bahan baku hingga makanan disajikan,” ujar Ulul kepada Pasundan Ekspres, Kamis (9/2/2026).

Selain sistem HACCP, Ulul juga menekankan pentingnya penerapan sanitasi yang ketat di seluruh fasilitas penunjang MBG, seperti dapur, tempat pengolahan, dan penyimpanan makanan.

“Sanitasi yang buruk merupakan sumber utama kontaminasi. Semua fasilitas harus memenuhi standar kebersihan tinggi agar makanan yang dikonsumsi benar-benar aman,” tegasnya.

Ia menilai, penerapan HACCP tidak hanya berdampak pada kualitas makanan, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.

“Jika diterapkan dengan baik dan melibatkan siswa serta guru, HACCP bisa menjadi sarana edukasi untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini,” katanya.

Ulul juga mengajak pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk bersinergi mendukung implementasi HACCP melalui pelatihan dan sosialisasi bagi pengelola SPPG dan sekolah.

“Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan sehat bagi anak-anak, bukan hanya tempat belajar,” ujarnya.

Menurut Ulul, keberhasilan penerapan HACCP di sekolah-sekolah dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menjaga keamanan pangan.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kita mulai dari sekolah, karena anak-anak adalah masa depan Subang,” pungkasnya. (hdi/ded)

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang5 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional25 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline29 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional42 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang46 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang50 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu