Andrew Mandala Serap Aspirasi Warga Subang Selatan, Sampaikan Keterbatasan Anggaran

PASUNDANEKSPRES.ID - Politisi muda Partai Gerindra yang juga Anggota DPRD Subang dari Dapil II, Andrew Mandala, S.H., serap aspirasi warga Subang Selatan.
Menurut Andrew, reses bukan sekadar agenda rutin legislatif, tetapi kesempatan langsung untuk menyerap kebutuhan warga.
Dalam kegiatan yang digelar di dua titik di wilayah Subang Selatan tersebut, Andrew menegaskan aspirasi masyarakat akan menjadi prioritas penganggaran untuk tahun 2027.
“Semua aspirasi masyarakat di wilayah Dapil II saya himpun untuk disampaikan kepada pimpinan DPRD dan dijadikan bahan penyusunan anggaran tahun 2027,” Ucap Andrew saat di temui wartawan Pasundan Ekspres, pada Rabu (26/11/2025).
Dari hasil serapan aspirasi, Andrew mencatat banyak permintaan terkait pengadaan fasilitas usaha.
Mulai dari alat pendukung pertanian, manggis, hingga nanas. Namun, ia mengakui keterbatasan realisasi di tahun berjalan.
“Ya, langkah saya sih. menjembatani ke dinas-dinas terkait, siapa tahu bisa saling support. Karena tahun 2025 tidak ada pokir, baru ada di 2026,” jelasnya.
Andrew juga menyinggung adanya pemotongan anggaran hibah Pemda dari Rp91 miliar menjadi Rp3 miliar, yang berdampak pada lambannya realisasi bantuan. Namun, ia menyebut terdapat peluang pemulihan anggaran di tahun berikutnya.
“Kalau memang kembali ke 91 miliar tahun depan, tentu ini menjadi kabar baik. Aspirasi masyarakat bisa tersalurkan,” ujarnya.
Selain masalah peralatan, warga juga mengeluhkan menyusutnya lahan produksi nanas akibat rencana pembangunan di wilayah tertentu. Kondisi ini membuat produktivitas menurun.
Terkait persoalan lahan, Andrew menegaskan kewenangan berada pada pemerintah daerah.
Meski begitu, dia mendorong para pelaku UMKM dengan lahan mandiri untuk tetap bergerak.
“Kalau ada pegiat UMKM yang punya lahan pribadi, tinggal tanam saja. Subang Selatan masih punya tanah pribadi yang kosong,” katanya.
Andrew menilai daerah seperti Jalancagak, Bunihayu dan Ciater masih memiliki kondisi tanah yang produktif untuk pengembangan nanas.
“Daerah itu cocok secara suhu dan kontur tanah. Masih potensial untuk terus dikembangkan. Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat direalisasikan dan memberi dampak nyata,” pungkasnya.(hdi)
