As-Syifa Boarding School Selaras dengan Program Sekolah Garuda Transformasi

PASUNDANEKSPRES, SUBANG - As-Syifa Boarding School melihat transformasi pendidikan nasional terus bergerak melalui hadirnya Program Sekolah Garuda Transformasi yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya mencetak generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
Program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis sains, teknologi, riset, serta kepemimpinan masa depan seperti yang ada di As-Syifa Boarding School.
Sebagai prototipe pendidikan masa depan, Program Sekolah Garuda mengusung kurikulum berbasis riset dan project based learning yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan sistem pendidikan internasional.
Program ini juga membuka ruang kolaborasi global melalui kerja sama dengan berbagai institusi dunia, termasuk sertifikasi profesi bersama Google for Education dan Microsoft Imagine Academy.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan sistem pendidikan yang selama ini diterapkan oleh As-Syifa Boarding School.
Lembaga pendidikan berbasis asrama itu telah lama mengembangkan model pembelajaran terpadu yang menyeimbangkan akademik, riset, kepemimpinan, dan pembinaan karakter berbasis nilai keislaman.
Prestasi As-Syifa Boarding School
Dalam beberapa tahun terakhir, siswa-siswi As-Syifa Boarding School berhasil menorehkan berbagai prestasi pada ajang olimpiade sains tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, alumni sekolah tersebut juga diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Mesir, Jerman, Belanda, Rusia, Korea Selatan, hingga China.
Tidak hanya unggul di bidang akademik, lulusan As-Syifa juga dinilai memiliki karakter kuat, kemampuan kepemimpinan, wawasan global, serta pemahaman nilai-nilai keislaman yang baik.
antara penguasaan ilmu pengetahuan, kecakapan teknologi, dan pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan saat ini.
Model pendidikan berbasis boarding school yang diterapkan As-Syifa dinilai mampu membentuk kultur belajar yang disiplin, mandiri, dan berorientasi pada kepemimpinan. Selain mengejar capaian akademik, sekolah juga menempatkan pembinaan akhlak, penguatan nilai keislaman, dan kemampuan global sebagai bagian utama dalam proses pendidikan.
Direktur As-Syifa Boarding School, Abdurahim Casim, M.Pd., mengatakan pendidikan unggulan saat ini harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan fondasi nilai dan karakter.
“Alhamdulillah dengan ditetapkannya As-Syifa menjadi Sekolah Garuda, kita ingin sekolah masa depan bukan hanya tentang teknologi dan fasilitas modern. Yang lebih penting adalah bagaimana lembaga pendidikan mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki leadership, dan tetap kuat secara spiritual,” ujarnya.
Menurut Abdurahim, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk lebih adaptif. Namun, pendidikan juga harus tetap menjadi ruang pembentukan moral dan kepribadian peserta didik.
“Penguasaan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembinaan iman, adab, dan kepedulian sosial. Di As-Syifa, kami ingin melahirkan generasi yang siap bersaing secara global, tetapi tetap memiliki identitas dan nilai keislaman yang kuat,” katanya.
Di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital, pendekatan pendidikan berbasis karakter dinilai semakin relevan. Banyak pihak menilai kualitas sumber daya manusia masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga integritas moral, kemampuan adaptasi, dan kecakapan sosial.
Karena itu, kehadiran Program Sekolah Garuda Transformasi dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dengan sekolah-sekolah unggulan yang telah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun pendidikan berkualitas.
As-Syifa Boarding School menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan modern dapat berjalan beriringan dengan nilai religius dan pembentukan karakter. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, model pendidikan seperti ini diyakini akan semakin dibutuhkan dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
“Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan kemampuan memimpin. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang utuh,” tutur Abdurahim.
Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres
As-Syifa Boarding School Selaras dengan Program Sekolah Garuda Transformasi
