Badan Wakaf Assyifa Salurkan 555 Mushaf Alquran di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID-Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Badan Wakaf Assyifa menyalurkan 555 mushaf Al-Qur’an ke sekolah, masjid, dan majelis taklim di Kabupaten Subang sepanjang bulan Oktober 2025.
Program ini menyasar berbagai lokasi, di antaranya Masjid Baiturrahman, SIT El-Mutaqy, serta sejumlah majelis dan rumah warga yang rutin menggelar pengajian. Meski tidak dilaksanakan tepat pada 22 Oktober, penyaluran tersebut tetap mengusung semangat kesantrian.
Kepala Program Badan Wakaf Assyifa, Fatin Alifah Syahir, S.E., menyebut kegiatan ini menjadi wujud nyata peringatan Hari Santri melalui amal jariyah.
“Kami ingin menghadirkan makna Hari Santri dalam bentuk nyata, yakni menyalurkan mushaf kepada para lansia yang rutin mengaji, pelajar yang belajar membaca Al-Qur’an, dan anak-anak pengajian. Setiap penerima adalah bagian dari generasi penjaga Al-Qur’an,” ujar Fatin.
Fatin menjelaskan, program Wakaf Qur’an juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Mushaf yang tersalurkan bukan sekadar buku suci, tetapi cahaya yang menghidupkan hati dan menggerakkan amal. Setiap huruf yang dibaca akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi para wakif,” ujarnya.
Ia berharap, mushaf wakaf ini menjadi sumber semangat dan keberkahan bagi seluruh penerima.
“Bagi para lansia, semoga menjadi teman dzikir dan penguat iman di masa senja. Bagi pelajar dan anak-anak pengajian, semoga menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an sejak dini,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Badan Wakaf Assyifa, Ahmad Sahirul Alim, M.A., menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar momentum historis, tetapi refleksi atas peran besar para santri dalam menjaga kemurnian ajaran Islam.
“Hari Santri mengingatkan kami akan semangat keikhlasan dan cinta terhadap Al-Qur’an. Nilai-nilai itu sejalan dengan ruh perwakafan sebagai bentuk pengabdian dan pemberdayaan umat,” jelasnya.
Menurutnya, penyaluran wakaf Qur’an di momen Hari Santri juga merupakan simbol sinergi antara gerakan keilmuan santri dan semangat wakaf produktif.
“Santri adalah penjaga ilmu dan pengamal Qur’an. Melalui wakaf Qur’an, nilai-nilai itu terus hidup dan tersebar di pesantren serta masyarakat,” tandasnya.
Badan Wakaf Assyifa mengajak masyarakat luas untuk turut serta dalam program tersebut sebagai bagian dari rantai kebaikan yang tak terputus.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa wakaf bukan hanya soal harta benda, tetapi kontribusi berkelanjutan bagi lahirnya generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak,” pungkas Ahmad.(rls/hdi/ded)
