Bupati Subang Tegaskan Pajak Jadi Penopang Pembangunan, Oftimis Target Penerimaan Tercapai

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan, penerimaan pajak daerah menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan, terutama di tengah tekanan fiskal akibat pemotongan transfer dari pemerintah pusat.
Pesan itu disampaikan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), saat membuka Anugerah Pajak Daerah Tahun 2025 di Ballroom Sawala Ageung, Laska Hotel Subang, Rabu (3/12/2025).
Dalam laporan pembuka, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang, Hj. Yeni Nuraeni menegaskan, pajak masyarakat memegang peran vital dalam menguatkan fondasi fiskal daerah.
“Pajak Bapak Ibu sangat vital untuk membangun Kabupaten Subang bersama,” tegasnya.
Yeni menyampaikan optimismenya bahwa target penerimaan tahun 2025 dapat tercapai melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak serta konsistensi pemungutan di lapangan.
Dalam sambutannya, Bupati Subang Kang Rey mengingatkan, pajak kini menjadi tumpuan utama pembangunan Subang, terutama setelah pemerintah pusat memotong dana transfer ke daerah.
“361 miliar TKD dipotong, dan pajak menjadi tumpuan Kabupaten Subang,” ungkapnya.
Ia menilai, kondisi ini bahkan lebih berat dibanding masa pandemi. Namun Pemkab Subang memastikan tiga sektor prioritas tetap terjaga, yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur jalan.
Bupati memerinci bahwa tahun ini pemerintah daerah menargetkan pembangunan 92 kilometer jalan dengan anggaran sekitar Rp230 miliar.
“92 kilometer jalan itu uangnya dari mana? Mungkin sekarang sudah terasa, uangnya dari pajak Bapak Ibu semuanya,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, pembangunan ruang kelas dengan kerusakan berat senilai Rp35 miliar serta peningkatan layanan kesehatan juga bergantung pada kontribusi pajak masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya peran camat dan perangkat desa dalam mendorong capaian PBB-P2.
“Wayahna, karena kondisi pemotongan TKD dari pusat, tulang punggung kita adalah Bapenda dan para camat,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa evaluasi berbasis kinerja akan diterapkan secara objektif.
“Akhir tahun ini akan jadi bahan evaluasi untuk tahun 2026. Biar fair.”
Bupati meminta camat untuk mengawal desa dengan capaian rendah agar mempercepat pelunasan PBB-P2 dan di hadapan para tamu undangan, Bupati Subang kembali menegaskan komitmen integritas pemerintahannya.
“Saya pastikan sepeser pun pajak tidak pernah dipakai untuk kepentingan pribadi. Pajak yang dibayarkan akan kembali untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah target pembangunan strategis Subang dalam beberapa tahun ke depan, meliputi, pembangunan jalan leucir rampung pada 2027, pendirian RS Pantura pada 2028, pemerataan perbaikan sarana prasarana ruang kelas hingga 2029
“Insya Allah apa yang kami cita-citakan bisa terwujud,” pungkasnya. (cdp/ded)
