Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dandim Subang Dukung Pemkab Antisipasi Agar Banjir Pantura Tidak Berulang

H
Hadi MartadinataEditor: Dede SM
|20:30 WIB
Bagikan:
Dandim Subang Dukung Pemkab Antisipasi Agar Banjir Pantura Tidak Berulang
Dandim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E.,

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang resmi mencabut status tanggap darurat bencana banjir di wilayah Pantai Utara (Pantura) Subang. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Pascabencana yang digelar di Ruang Rapat Bupati II, Kantor Bupati Subang, Jumat (6/2/2026).

Pencabutan status dilakukan setelah hampir dua pekan penanganan intensif di lapangan oleh pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, serta relawan kebencanaan. Seiring waktu, genangan air di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan mulai surut dan kondisi umum dinilai berangsur terkendali.

Meski status tanggap darurat dicabut, Pemkab Subang menegaskan persoalan banjir Pantura belum sepenuhnya selesai. Fokus pemerintah kini bergeser pada tahap pemulihan pascabencana, terutama di sektor pertanian yang terdampak gagal panen serta infrastruktur yang kembali terbukti rentan saat debit sungai meningkat.

Dandim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., mengatakan TNI melalui Kodim 0605/Subang selama masa tanggap darurat berperan aktif mendukung pemerintah daerah dalam penanganan banjir.

“Pasca bencana alam, Kodim sifatnya membantu dan mendukung pemerintah daerah di wilayah terdampak. Saat ini status siaga sudah dalam proses pencabutan dan kondisi lapangan relatif stabil, air sungai yang meluap juga sudah surut,” ujar Letkol Asep, Selasa (10/2/2026).

Namun demikian, ia menegaskan perlunya langkah antisipasi jangka panjang agar banjir tahunan tidak terus berulang. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan sodetan atau saluran pengalihan air dari hulu ke hilir untuk mengurangi beban debit sungai.

“Perlu segera dicarikan solusi, misalnya pembuatan sodetan untuk pembuangan air dari hulu ke hilir. Ini tentu membutuhkan koordinasi lintas instansi, baik BBWS maupun pemerintah daerah, karena banjir hampir terjadi setiap tahun,” jelasnya.

Terkait opsi relokasi warga, Letkol Asep menilai langkah tersebut tidak mudah dilakukan. Menurutnya, sebagian besar warga enggan direlokasi permanen karena faktor pekerjaan, keluarga, dan keterikatan sosial.

“Kalau relokasi permanen, saya kira warga tidak mau. Biasanya mereka mengungsi sementara saat banjir, lalu beberapa hari kemudian kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Sebagai alternatif, ia mendorong penerapan konsep hunian adaptif bencana, seperti rumah panggung atau konstruksi bangunan yang disesuaikan dengan karakter wilayah rawan banjir.

“Di wilayah bantaran sungai, konstruksi rumah jangan disamakan dengan wilayah perkotaan. Dengan rumah panggung setinggi 1–2 meter, setidaknya warga masih bisa bertahan saat banjir datang,” pungkasnya. (hdi/ded)

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle11 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle59 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu